Radar Bromo

Pelaku Spesialis Pencuri Tas Jamaah Masjid asal Gempol Dibekuk, Pernah Beraksi di 15 TKP

BUGUL KIDUL, Radar Bromo– Berbagai cara dilakukan Anwar Musadat, 42, demi mendapatkan uang. Termasuk ketika harus melanggar hukum. Warga Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, itu bahkan sering berkedok sebagai jamaah salat guna memuluskan niatnya mencuri barang-barang jamaah.

Namun, kini Anwar harus meringkuk di balik jeruji besi. Selasa (3/9), Anwar diringkus Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota. Polisi mengidentifikasinya sebagai pencuri setelah dilaporkan oleh Syarif Hidayatullah, 21, warga Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Mahasiswa tersebut mengaku kehilangan tas berisi power bank dan hardisk. Barang-barangnya raib ketika menunaikan salat Jumat di sebuah masjid ponpes di Kelurahan Tapa’an, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, pada 23 Agustus.

Temannya bernama Habil Alkaf juga mengalami kejadian serupa. Ia kehilangan tas berisi ponsel, charger, kartu identitas, serta kartu ATM. Dua tas itu diletakkan di ruang tamu pengasuh ponpes. Usai salat, barang-barang itu telah raib. Akibatnya, Syarif dan Habil mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta.

Mendapati laporan korban, polisi melacak keberadaan ponsel korban. Akhirnya, berhasil mengidentifikasi Anwar sebagai pencurinya. Ia diringkus di Desa Kersikan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

“Ada empat ponsel yang kami amankan dari pelaku. Salah satunya yang dicuri di TKP masjid di Tapa’an saat salat Jumat. Lainnya merupakan hasil kejahatan di TKP lain,” ujar Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto.

Endy menyebut, dari hasil pemeriksaan penyidik, Anwar mengakui tidak hanya sekali beraksi. “Dia mengaku pernah beraksi di 15 TKP. Kebanyakan yang disasar tas ataupun ponsel. Dari 15 TKP itu, sebagian besar di masjid atau musala,” ujarnya.

Anwar kini ditetapkan sebagai tersangka. Dia ditahan di Mapolres Pasuruan Kota guna menjalani penyidikan. “Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan,” ujar Endy. (tom/fun)