Listrik Padam Berjam-jam, Begini Penjelasan Manajemen PT PJB

PAITON – Kabar mengenai penyebab pemadaman dari pembangkit PLTU Paiton, dibantah. Kabid Stakeholder and Management PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Doddy Nafiudin menegaskan, tidak ada kerusakan pada unit PLTU Paiton. Sebab, saat sebelum terjadi blackout, unit semua beroperasi normal.

“Permasalahan bukan pada pembangkit di Paiton. Tapi, pada sistem penyaluran atau jaringan yang sedang error,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo. Bahkan, pria yang akrab disapa Doddy ini mengaku jika PLTU siap untuk produksi kembali saat ini.

Doddy menjelaskan, sistem penyaluran atau jaringan itu bukan wewenang unit pembangkit lagi. Tetapi, ada di ranah Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa Bali.

Nah, untuk kepastian titik mana yang mengalami pemadaman atau titik sistem penyaluran yang error itu, masuk ranah PLN.

“Saat terjadi error pada sistem penyaluran, untuk proteks, secara otomatis unit pembangkit langsung trip atau mati. Sebab, saat terjadi sistem penyaluran error, unit pembangkit tidak trip, malah berbahaya,” terangnya.

Manajer PLN Rayon Probolinggo Kadek Adi Dwi Purwaka menjelaskan, Rabu siang (5/9) memang sedang terjadi gangguan jaringan. Namun, gangguan jaringan itu masih dalam pencarian. Sehingga, belum diketahui di titik-titik mana saja dan sampai kapan.

“Kami sedang berupaya untuk mengidentifikasi gangguan jaringan yang ada. Tim sudah melakukan penanganan. Dengan harapan dapat segera normal kembali,” terangnya pada saat dihubungi.

Sementara itu, Manajer Area PT PLN Pasuruan Agus Setiono menuturkan, hampir semua wilayah di Pasuruan mengalami blackout. Akan tetapi, pihaknya telah mengantisipasi hal itu.

“Awalnya memang hampir semua trip mengalami blackout. Karena di pembangkitnya kurang. Kemudian kami harus amankan yang 500 kv dan 150 kv,” katanya.

Agus menyebut, pihaknya melakukan manuver di sisi trasmisi supaya bisa mengurangi aliran listrik yang padam. Untuk melakukannya, kata Agus, pihaknya membutuhkan waktu. Sebab, upaya itu dilakukan secara bertahap.

“Jadi, menyesuaikan dengan frekuensinya untuk penormalan. Di beberapa wilayah blackout selama dua jam,” jelasnya. Ia memastikan, aliran listrik untuk pelanggan setelah melampaui batas waktu tersebut akan kembali normal.

“Karena kan ini insiden gangguan di sumbernya, yang jelas kedepannya akan ada peningkatan pemeliharaan preventif,” tandasnya. (mas/tom/rf)