Dishub: Truk Tak Mungkin lewat JLS Semua, Jadi Melintasi Jalan Panglima Sudirman

MASUK KOTA: Truk melintas di Jalan Panglima Sudirman, Rabu (5/9) siang. Sejak ada kecelakaan yang menyebabkan seorang kepala madrasah di Jalan Panglima Sudirman, polisi dan instansi terkait diminta untuk mengkaji ulang kendaraan yang melintas di jalan perkotaan. (Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan angkat bicara soal polemik truk yang diperbolehkan masuk jalur perkotaan, utamanya di Jalan Panglima Sudirman. Dishub menyebut, ruas Jalur Lingkar Selatan (JLS) di sepanjang Jalan Untung Suropati dan KH Hasyim Asyari, tidak memungkinkan dilintasi truk dari dua arah secara bersamaan.

Karena itu, truk boleh masuk jalur perkotaan. Itu pun, tidak semua truk boleh masuk kota. Hanya truk dari selatan ke timur yang boleh lewat kota. Sebab, truk dari selatan ke timur tidak boleh lewat JLS.

Sekretaris Dishub Kota Pasuruan Wahid Yulianto mengungkapkan, ada dua kondisi yang menjadi pertimbangan terkait aturan ini. Pertama, akan berbahaya jika truk dari selatan yang hendak ke timur diarahkan belok kiri di simpang empat Kebonagung dan melintas Jalan Gatot Subroto atau kota.

Hal ini tidak terlepas karena adanya exit tol di Sutojayan, Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo. Selain itu, saat tiba di simpang empat Karangketug, Kelurahan Karangketug, truk tidak dapat putar balik ke kanan untuk menuju timur.

Kedua, akan timbul masalah baru, jika truk berbelok ke kanan dan melewati Jalan KH Hasyim Asyari. Kendaraan dapat menumpuk dan terjadi kemacetan di simpang empat Purut dan Krampyangan.

“Simpang empat Purut dan Krampyangan ini kan terdapat traffic light. Kalau dipaksakan ya bisa macet panjang. Belum lagi ruas JLS ini juga sempit. Sangat membahayakan kalau dipaksakan,” ungkapnya.

Truk masuk jalur kota ini, beberapa hari terakhir memang dipertanyakan warga. Khususnya setelah Nur Chamidah, 33, warga Pondok Cabean, Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, tewas dilindas truk.

Ia tewas dilindas truk tangki yang dikemudikan Afiq Saifulloh, 31, warga Kecamatan Bareng, Kabupaten Mojokerto, di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan, Sabtu (1/9).

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Purnyoto menyambut positif kebijakan Pemkot yang melarang truk melintasi JLS. Sebab, jika dipaksakan sangat membahayakan karena jalan setempat hanya memiliki lebar 7 meter.

Namun, ia sempat menyayangkan kebijakan Pemkot yang membuat JLS menjadi dua jalur. Padahal, awalnya Pemkot dan BBPJN VIII sepakat untuk memfungsikan JLS sebagai satu jalur atau hanya kendaraan dari arah barat ke timur.

“Soal kebijakan truk tidak melewati JLS, kami sangat setuju. Namun, kalau bisa Pemkot kembali pada kebijakan awal agar JLS hanya untuk satu jalur,” pungkasnya. (riz/hn)