Dikeroyok, Pelajar SMA di Kab Probolinggo Masuk IGD RSUD Tongas

TONGAS, Radar Bromo – Seorang pelajar sebuah SMA Kabupaten Probolinggo, Wahyudi, 19, harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo. Senin (5/8), remaja ini mengaku menjadi korban pengeroyokan teman-temannya hingga luka ringan di bagian dahi kanan.

Ketika dibawa ke IGD RS Tongas, Wahyudi masih dalam kondisi sadar. Dokter pun memberikan perawatan. Bagian kepalanya yang memar diperban. Orang tua Wahyudi, Sukamar, 60, mengatakan, anaknya hanya mengalami luka ringan di bagian dahi. “Tapi, saya tidak tahu apa hari ini bisa pulang atau tinggal di rumah sakit dulu. Dia dikeroyok di depan sekolahnya,” ujarnya.

Sukamar mengaku tidak tahu pasti peristiwa pengeroyokan terhadap anaknya. Saat kejadian, dirinya masih bekerja. “Anak saya dikeroyok adik kelasnya. Tidak sekali ini saja, sudah tiga kali dikeroyok. Pengeroyokan ke dua dilakukan Jumat lalu. Anak saya dikejar sampai rumah,” jelasnya.

Dalam dua kali pengeroyokan itu, Sukamar mengatakan, anaknya tidak terluka. Sebab, dia selalu berhasil menangkis pukulan para pelaku. Namun, kemarin anaknya harus dilarikan ke rumah sakit karena terluka.

Sukamar mengaku, sebenarnya telah menemui orang tua adik kelas yang bermusuhan dengan Wahyudi. Bahkan, sudah ada kesepakatan untuk berdamai. Namun, anaknya masih saja menjadi sasaran amukan para pelaku. “Ini kok anak saya dikeroyok lagi,” ujarnya.

Sukamar berencana menemui guru kelas atau kepala sekolah tempat anaknya menuntut ilmu. Tujuannya, menanyakan persoalan pengeroyokan tersebut. “Kalau tidak bisa diselesaikan di sekolah, kami akan lapor polisi,” ujarnya.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Tongas Ipda Mugi mengaku belum mengetahui penyebab pasti pengeroyokan tersebut. Informasi yang didapat menyebutkan, korban dikeroyok oleh sejumlah siswa yang juga bersekolah di tempat yang sama dengan korban.

Mugi mengaku sudah meminta orang tua korban dan orang tua pelaku mendatangi Mapolsek Tongas. Namun, sampai pukul 17.00, kedua belah pihak belum datang. “Belum datang sampai saat ini. Ini hanya kepala sekolahnya saja yang datang ke Mapolsek,” ujarnya. (put/fun)