Selama Pandemi Sudah Dua Kali Call Center Kab Probolinggo Kena Prank

KRAKSAAN, Radar Bromo – Nomor darurat 112 yang disediakan Call Center Pemkab Probolinggo ternyata banyak diusili. Selama pandemi tiga bulan terakhir, setidaknya dua informasi hoaks diterima. Alhasil, dua kali pula 112 kena prank alias dikerjain.

Hal itu diungkap Aruman, Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Menurutnya, selama pandemi berlangsung, bukan berarti panggilan bohong ke nomor darurat tidak ada. Tiga bulan terakhir ada dua panggilan bohong masuk dan menginformasikan sesuatu yang tidak benar.

“Terakhit beberapa waktu lalu. Yaitu ada kebakaran di Condong, Gading. Ternyata setelah kami datangi tempat kejadian perkaranya (TKP) tidak ada apa apa,” katanya.

Sebelumnya, beberapa bupan lalu juga mendapatkan telpon bahwa ada gangguan dari kera di waktu malam. Pihaknya, sudah melakukan penyisiran di lokasi yang disebut oleh penelpon. Sayang, lagi-lagi informasi yang disampaikan ada hoaks. “Tentunya kami kembali lagi. Karena informasinya bohong,” tandasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak memainkan nomor darurat itu. Pasalnya, nomor itu digunakan ketika ada keadaan darurat. “Ketika kami dibutuhkan dalam keadaan darurat kami pasti datang. Karena itu, jangan sampai nomor 112 ini disalahgunakan,” tandasnya.

Agar tidak terjadi lagi, pihaknya melakukan imbauan kepada seluruh masyarakat melalui medsos. Juga, melalui personel satpol PP. Karena call center 112 untuk tidak dibuat guyonan, apalagi sampai membohongi petugas.

“Kami juga akan melakukan pelacakan terhadap nomor yang ngeprank. Jika tidak bisa diingatkan kami akan buat laporan ke polisi,” tandasnya. (sid/fun)