Belum Semua Warga yang Datang ke Tempat Keramaian Tertib, Pertimbangkan Buat Sanksi Pelanggar

TERUS DIPANTAU: Sejumlah warga di salah satu sudut keramaian Kota Pasuruan pada Sabtu (3/7) malam lalu. Dari hasil operasi, masih banyak ditemui warga yang tak mengenakan masker. (Foto: Istimewa)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tim gabungan Pemkot Pasuruan rutin melakukan operasi skala besar di sejumlah titik keramaian di Kota Pasuruan. Hasilnya, tim gabungan masih menemukan masyarakat yang melanggar protokoler kesehatan.

Operasi gabungan ini rutin dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Titik yang dituju adalah titik yang sering dipenuhi masyarakat untuk nongkrong. Seperti, alun-alun Pasuruan, Jalan Niaga, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Pahlawan dan Jalan Sultan Agung.

Operasi ini melibatkan personel dari Polres Pasuruan Kota, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Kodim 0819 Pasuruan hingga Corps Polisi Militer. Sabtu (4/7) lalu, patroli dilakukan selama empat jam mulai pukul 20.00 hingga 00.00. Sejumlah masyarakat diketahui tidak menggunakan masker. Tujuannya agar masyarakat tetap mematuhi protokoler kesehatan.

“Intinya walaupun pemberlakuan physical distancing di Jalan Sultan Agung, Jalan Pahlawan dan Jalan Panglima Sudirman dilenturkan, masyarakat tetap harus mematuhi aturan jaga jarak,”ungkap Kepala Diskominfo Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat.

BIAR TAAT: Personel gabungan saat operasi di keramaian Kota Pasuruan. (Foto: Istimewa)

Dia menjelaskan, operasi skala besar sudah dilakukan selama sepekan terakhir. Hasilnya, masyarakat sudah semakin sadar pada protokoler kesehatan. Pemilik usaha sudah mulai memberlakukan aturan jaga jarak pada bangku pengunjung. Sehingga mereka tidak duduk berdesakan.

Namun kenyataan di lapangan, pengunjung yang sering melanggar aturan ini. Seringkali mereka menarik bangku agar bisa duduk berdekatan. Padahal ini tidak diperbolehkan. Meski masyarakat sudah boleh datang di keramaian, mereka tetap harus mengikuti aturan kesehatan.

Selain itu, masyarakat masih ada yang tidak menggunakan masker. Padahal aturannya, masker harus tetap digunakan saat berada di keramaian. Bagi masyarakat yang melanggar, mereka tidak dikenakan sanksi, namun hanya di beri teguran dan diminta untuk pergi meninggalkan tempat. Namun ke depannya tidak menutup kemungkinan ada sanksi yang dikenakan pada masyarakat yang melanggar.

“Selama sepekan ini sudah mulai baik, cuma memang masih ada yang melanggar. Kami hanya beri imbauan. Ke depannya, kami akan lakukan pendataan dan mungkin ada pemberlakuan sanksi seperti daerah lain,” terangnya. (riz/fun)