Bakal Jemput Paksa Rasid usai Dua Kali Dipanggil Tak Datang

PAJARAKAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo berencana memanggil paksa Rasid, tersangka baru kasus ijazah palsu. Ini dilakukan lantaran yang bersangkutan dipanggil dua kali tidak hadir.

AKP Riski Santoso, Kasat Reskrim Polres Probolinggo mengatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan paksa terhadap Rasid. Sebab, ia sudah tidak kooperatif dalam proses penyelidikan kasus yang menjeratnya.

“Yang bersangkutan sudah kami panggil dua kali. Tetapi, tidak datang juga,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Pemanggilan paksa itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Pihaknya saat ini, masih menyiapkan surat perintah membawa. Sehingga ketika yang bersangkutan menerima surat itu langsung dibawa kemapolres.

“Mindik (Administrasi Penyidikan, Red) sudah kami siapkan. Yang bersangkutan terpantau langsung kami bawa,” ungkapnya.

Sedangkan untuk Markus, yang terlebih dulu dijadikan tersangka memang tidak dilakukan penahanan. Dan yang bersangkutan koorporatif. Juga, ia menderita penyakit. Sehingga, pihak kepolisian mengambil keputusan untuk tidak menahan. “Markus tidak kami tahan. Dia koorporatif dan sakit,” jelasnya.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian memang menetapkan dua tersangka baru. Yaitu Markus dan Rasid. Adapun nama terakhir yang disebut, dalam perjalanan kasusnya tidak pernah hadir saat polisi memanggilnya. Sedangkan Markus bisa bekerjasama dengan baik.

Selain dua orang tersebut, pihak kepolisian memastikan ada satu tersangka lain dalam kasus ini. Ia adalah Saiful Bahri. Ia disebut sebut merupakan pembuat ijazah palsu yang digunakan Abdul Kadir mantan anggota DPRD dari Gerindra untuk Caleg. Namun, untuk menetapkan pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti bukti. (sid/fun)