alexametrics
25.7 C
Probolinggo
Friday, 27 November 2020

Kembang Api Meledak, Tangan Perangkat Desa Kapasan Luka Parah

NGULING, Radar Bromo – Nahas menimpa Darsan, 38, warga Desa Kapasan, Nguling, Kabupaten Pasuruan. Perangkat Desa Kapasan ini menjadi korban ledakan kembang api miliknya, Jumat (5/6) malam. Ia pun mengalami luka cukup parah.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 22.00. Saat itu, korban sedang bersantai bersama keluarganya di halaman depan rumahnya di Desa Sumberanyar, Nguling. Tak lama kemudian, dia menyalakan sebuah kembang api.

Kembang api itu dinyalakan dengan cara memegang ujung bawah kembang api dan membakar sumbunya. Entah mengapa, tiba-tiba kembang api tersebut meledak.

Seketika, korban pun berteriak. Seorang tetangga korban, Muhed, 38, yang mendengar teriakan itu langsung mendatangi rumah korban.

Muhed melihat korban dalam kondisi kesakitan dengan tangan kiri luka parah. Jari-jari, punggung dan telapak tangan korban, mengalami luka robek yang parah. Sementara jari kelingking patah.

Korban pun langsung dilarikan ke RSUD Grati. Tidak lama kemudian, petugas Polsek Nguling datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Syukur, korban bisa diselamatkan dan tidak sampai meninggal. Dia saat ini dirawat di ruang IGD RSUD Grati.

Sementara itu, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti (BB) dari TKP. Yaitu, kertas kembang api yang sudah meledak.

Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto mengungkapkanm pihaknya sudah meminta keterangan pada sejumlah saksi. Baik korban, maupun Muhed yang menolong korban di TKP.

Dari interogasi singkat ini didapatkan keterangan awal, adanya kelalaian dari korban. Sebab ia menyalakan kembang api dengan cara memegang kembang api, tidak meletakkannya di tempat yang aman.

“Anggota Reskrim Polsek Nguling sudah melakukan olah TKP. Keterangan sementara diketahui karena unsur lalai dari korban. Ia kurang berhati-hati saat menyalakan kembang api. Dan hal ini patut menjadi perhatian agar tidak ada korban serupa,” sebut Endy. (riz/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Jon Junaedi Wakil Ketua DPRD Mangkir Lagi di Sidang Ijazah Palsu

Jaksa menyebutkan, Kalau 3 kali dipanggil tidak dating, ketentuannya nanti dapat dilakukan penjemputan paksa dengan adanya penetapan hakim untuk jemput paksa

Usai Dilantik, Ribuan KPPS yang Bertugas di Pilwali Dirapid Test

Ini salah satu upaya KPU dalam memastikan seluruh putugas penyelanggara, seperti KPPS hingga linmas benar-benar sehat dan tidak terjangkit Covid-19

Petugas KPPS Harus Jaga Integritas selama Pilwali

Selanjutnya, KPU akan memberikan pembekalan bagi KPPS sebelum bertugas.

Pembobol Alfamart Suwayuwo Dibekuk, Pelaku Residivis, Ini Tampangya

Pelaku pembobolan toko modern yang berada di sebelah timur jalan nasional ini ada tiga orang.