Pengganti TKD untuk Tol Mapan Belum Tuntas, Warga Pasang Spanduk Protes

SUKOREJO – Puluhan warga dari Desa Pakukerto, Kecamatan Sukorejo, Minggu pagi (5/5) naik ke ruas jalan tol Malang-Pandaan (Mapan). Tepat di Dusun Kemiri atau Km 64, puluhan warga tersebut berkumpul dan memasang banner.

Dari kejauhan sepintas layaknya seperti sedang melakukan unjuk rasa tersebut. Namun mereka hanya memasang banner dari yang berisi sejumlah tulisan. Banner itu sengaja dipasang, sebagai bentuk protes atas lambatnya proses tukar guling lahan kas desa (TKD) Pakukerto yang terkena pembangunan tol Mapan.

Sebanyak empat buah banner dipasang tepat di guadril bahu jalan dengan peyangga bambu dan diikat tali rafia. “Aksi ini bentuk spontanitas warga, memprotes lambatnya proses tukar guling lahan TKD di Pakukerto, yang sampai dengan sekarang belum juga tuntas,” ungkap Purnomo, warga desa setempat.

Lebih lanjut, proses tukar guling lahan TKD Pakukerto yang terkena pembangunan ruas jalan tol mapan di seksi I ini, berlangsung sejak 2016 lalu. Totalnya empat bidang, dengan luas 11.394 meter persegi. Semuanya berlokasi di Dusun Kemiri, yang kini berada diatas lahan tersebut sudah berdiri bangunan tol mapan.

Dalam proses tukar guling ini, tanah penggantinya sudah ada. Masing-masing satu bidang di Dusun Pakunden dan enam bidang lainnya di Dusun Kemiri. Semuanya masih berada di Desa Pakukerto, Kecamatan Sukorejo.

“Tanah pengganti untuk tukar gulingnya pengganti lahan TKD sudah ada dan siap. Dilapangan tinggal pembayarannya saja, mestinya sudah siap dan selesai,” tegasnya.

Sementara itu, Sumai, perangkat desa Pakukerto menegaskan, proses tukar guling lahan TKD di lapangan harusnya dituntaskan secepatnya. Sebelum ruas jalan tol ini diresmikan dan beroperasi. Karena proses serupa di sejumlah lokasi desa lain, sepengetahuannya sudah tuntas lebih cepat. Seperti di Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo dan Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari imbuhnya.

“Pemilik lahan untuk tanah pengganti TKD menunggu untuk segera dibayar. Dan lahan tersebut juga bisa dimanfaatkan secepatnya, biar tak mangkrak karena dilapangan berupa sawah,” tegasnya.

Selama berlangsungnya aksi, mendapat pengamanan dari Polsek Sukorejo dan Turjawali Satlantas Polres Pasuruan turun ke lokasi. Aksi warga berjalan hanya sekitar 30 menit. Setelah itu, warga bergegas pulang dan kembali kerumahnya masing-masing.

Terpisah, terkait ini mendapat tanggapan dari PPK Kementerian PUPR melalui Chusnul selaku konsultan bantuan teknik. Saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo, dia mengatakan, untuk proses tukar guling lahan TKD Pakukerto tinggal menunggu keluarnya rekomendasi dari Gubernur Jatim.

“Sekarang (rekomendasi dari Gubernur Jatim) dalam proses. Apabila keluar, maka pembayaran lahan untuk tukar guling lahan TKD nya bisa diselesaikan dan tuntas,” jelasnya.

Proses tukar guling lahan TKD belum tuntas yang terkena pembangunan ruas jalan tol Mapan, disebutkan Chusnul, juga masih ada di sejumlah desa lainnya di wilayah Kabupaten Pasuruan. Antara lain di Desa Mojotengah, Suwayuwo, Sukorejo dan Lemahbang, untuk Kecamatan Sukorejo. Kemudian Desa Sumbersuko dan Sekarmojo, Kecamatan Purwosari; Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi.

“Di lapangan, tukar guling TKD belum tuntas dan dalam proses ada di delapan desa. Totalnya 45 bidang, bersamaan dengan pembangunan ruas jalan tol ini. Diupayakan segera selesai,” ucapnya. (zal/fun)