Pastikan Tidak Tutup Akses Lalu Lintas di Kota Probolinggo

KANIGARAN, Radar Bromo – Warga yang hendak melintas di wilayah Kota Probolinggo, masih bisa bernapas lega. Pemkot Probolinggo, memastikan tidak akan menutup total akses lalu lintas di wilayahnya. Alasannya, Kota Probolinggo, berada di jalan yang menghubungkan wilayah selatan dan timur Jawa Timur.

“Tidak mungkin ditutup total jalan di Kota Probolinggo. Karena, jalan di Kota Probolinggo merupakan akses penghubung wilayah timur dan selatan,” ujar Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin.

Selain itu, Pemkot Probolinggo dan Pemkab Probolinggo, telah membentuk tim gabungan untuk memantau para pendatang. Tidak hanya warga Kota dan Kabupaten Probolinggo, yang masuk melalui stasiun dan terminal, namun juga jalan perbatasan Kota dan Kabupaten Probolinggo.

“Secara umum ada tujuh titik yang kami lakukan pemantauan untuk mengantisipasi pemudik atau pendatang. Seperti terminal, stasiun, pelabuhan, exit tol, Pertigaan Ketapang, perbatasan Wiroborang, dan perbatasan Jorongan,” ujar Habib Hadi dalam pers rilis, Jumat (3/4) lalu.

Namun, menurut Habib Hadi, sudah ada langkah masyarakat untuk melakukan penutupan jalan melalui physical distancing. Seperti, beberapa penutupan jalan di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan.

“Sudah ditindaklanjuti imbauan pemerintah dan aparat untuk menutup jalan secara mandiri. Tapi, yang kami sayangkan tanggapan masyarakat, seakan langkah itu adalah langkah yang berlebihan,” ujarnya.

Politisi PKB ini menilai masyarakat perlu memahami saran pemerintah mengenai penutupan jalan. Perlu pemberian pemahanan dan edukasi minimal di lingkungan masing-masing.

Physical distancing juga dilakukan di sejumlah Jalan Protokol Kota Probolinggo. Awalnya, hanya dilakukan di Jalan Suroyo Kota Probolinggo, setiap Sabtu malam mulai pukul 19.00 dan Minggu mulai pukul 06.00-12.00. Kemudian, ditambah di Jalan dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, pada Sabtu (4/4). (put/rud/fun)