Walau Ada Wisatawan Tewas, Air Terjun Guyangan Tetap Dibuka untuk Umum

KRUCIL, Radar Bromo – Adanya insiden remaja yang tenggelam, tak membuat wisata air terjun Guyangan di Desa Guyangan, Kecamatan Krucil, ditutup. Destinasi wisata alam itu tetap dibuka untuk umum karena tempat tersebut aman untuk pengunjung.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporapabud) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto. Dia mengatakan, destinasi wisata itu masih dibuka seperti semula, meskipun sempat ada wisatawan tenggelam, lokasi wisata itu tetap buka.

“Tidak kami tutup. Masih kami buka. Saat ini masih belum kami kenakan tarif. Masuk kelokasi itu masih gratis,” katanya.

Tidak ditutupnya destinasi itu bukan tanpa alasan. Menurut Sugeng, di Guyangan, wisatawan bukan hanya menikmati air terjun. Tetapi ada destinasi lainnya yang bisa dinikmati. Seperti dua kolam renang dan taman.

“Mereka masih bisa menikmati destinasi wisata lain. Ada taman yang bisa dikunjungi. Ada juga kolam renang yang telah dibuat untuk mandi,” terangnya.

MENCARI: Proses pencarian korban yang tenggelam oleh tim BPBD. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

Mantan Camat Tongas itu menegaskan, meski demikian pihaknya melakukan buka-tutup yang sifanya insidentil. Karena saat ini masuk musim hujan. Sehingga, perlu ada kewaspadaan bagi para pengunjung.

“Kami lakukan buka tutup. Ketika mendung, maka wisatawan harus segera keluar dari lokasi air terjun. Tentunya hal tersebut untuk kemaslahatan bersama,” tandasnya.

Ia menegaskan kembali, bagi para pengunjung wisata alam air terjun, diharapkan tidak nekat mandi dibawah air terjun. Itu karena aliran air di bawah air terjun itu sangat deras, sehingga membahayakan.

Di Guyangan dan di beberapa destinasi air terjun didaerahnya, sudah ada pelarangan untuk mandi dibawah air terjun. “Kami imbau jangan nekat. Ini karena demi kebaikan bersama. Kami tidak ingin tragedi serupa kembali terjadi. Karena itu wisatawan harus mematuhi aturan yang ada, ” terangnya. (sid/fun)