Musim Hujan, Volume Sampah di Kab Probolinggo Naik 40 Persen

KRAKSAAN, Radar Bromo– Memasuki musim-musim hujan volume sampah di Kabupaten Probolinggo meningkat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mencatat peningkatan volume sampah mencapai 40 persen.

Karenanya, DLH harus menambah jadwal proses pengangkutannya. Tidak hanya jadwal yang bertambah, alat bantu untuk mengangkut sampah juga dikerahkan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Zaenal Ansori mengatakan, sejak musim hujan, pihaknya harus melakukan tiga kali pengangkutan sampah dari Tempat Pembungan Sampah (TPS) ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Seboro.

“Biasanya jadwal pengangkutan hanya dua kali dalam sehari, siang dan sore. Namun, saat ini dilakukan tiga kali. Bisa paginya balik dua kali dari TPS ke TPA atau saat sore. Selain itu, kami harus menggunakan mini loader saking banyaknya sampah di TPS,” ujarnya, kemarin.

Zaenal mengungkap, meningkatnya volume sampah ini bukan disebabkan sampah rumahan. Melainkan sampah hasil pangkas pohon yang dibuang ke TPS. Namun, meningkatnya volume sampah itu hanya terjadi di TPS wilayah Perkotaan. “Kenaikannya volume sampah sekitar 40 persen. Itu, terjadi di TPS Patokan, Semampir, Sidomuksi, dan TPS dekat Makam Pahlawan (Kraksaan Wetan),” ujarnya

Menurut Zaenal, seharusnya sampah hasil pangkas pohon tidak dibuang ke TPS, melainkan dibuang langsung ke TPA. “Karena, sampah yang kami angkut itu hanya sampah rumah tangga,” ujarnya.

Sebelumnya, volume sampah yang meningkat dan menumpuk di luar TPS Kraksaan Wetan, dikeluhkan warga. Aang Syahroni, 27, salah seorang pengendara yang melintasi TPS Kraksaan Wetan mengatakan, sampah yang meluber ke luar TPS sangat mengganggu.

“Kalau hujan sampahnya bisa di bawa air, sehingga membahayakan pengendara. Selesai hujan biasanya muncul bau tidak sedap akibat sampah yang berair. Jadi, butuh perhatian khusus dari pemerintah,” ujarnya. (mg1/rud/fun)