Pengalihan Status Lahan Terminal Pandaan Masih Alot Karena Hal Ini

PANDAAN – Proses pengalihan lahan aset Terminal Tipe A Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mestinya dilakukan bersamaan dengan proses administrasi pada 2017. Namun, sejauh ini belum rampung dan berjalan alot.

Kepala Terminal Tipe A Pandaan Kriswantoro mengatakan, alotnya proses itu karena kekurangan luas lahan terminal. Pada awal usulan bersamaan proses penyerahan administrasi pada 2017, lahan yang akan diserahkan sekitar 3.000 meter persegi.

Namun setelah diukur, ternyata jauh dari yang diusulkan. Karena hanya terdata 1.450 meter persegi. Sebab, di terminal ini ternyata aset negara. Yakni, ruas jalan yang selama ini dijadikan jalur bus dan mobil penumpang umum (MPU). “Pengalihan aset lahannya dari daerah ke pusat belum tuntas. Setahu kami sedang diupayakan. Memang tidak mudah dan prosesnya lama,” ujar Kriswantoro.

Terkait proses ini, Kriswantoro mengaku, pihaknya tetap terus berkoordinasi dengan instansi terkait di Pemkab Pasuruan. Serta, dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Terpisah, Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Heri Yitno membenarkan belum rampungnya pengalihan aset ini. Namun, menurutnya, lahan yang statusnya milik daerah tidak ada masalah dan tinggal proses. Tapi, ada sejumlah lahan lainnya yang belum klir.

Agar pengalihan status lahan itu berjalan lebih cepat, pihaknya menyarankan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI langsung mengajukan ke BPN. Terutama, untuk mengatasi masalah lahan yang statusnya berupa tanah negara.

“Kalau Kemenhub cukup dengan luasan tanah yang dimiliki Pemda, maka sudah selesai. Tapi, ini ternyata kurang karena sisa lahan lainnya di dalam terminal juga ada tanah negara. Jadi, prosesnya menjadi lama,” ujarnya. (zal/rud/fun)