Delapan Terdakwa Pembakar Maling di Tiris Ini Ngotot Dakwaan Tidak Jelas

KRAKSAAN – Sidang kasus pembunuhan Samhadi, maling yang dibakar di Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Selasa (5/3) kembali digelar. Dalam sidang kali ini agendanya adalah pembacaan jawaban eksepsi oleh jaksa penuntut umum.

Sidang itu digelar di Pengadilan Negeri Kraksaan sekitar pukul 10.00 tersebut menghadirkan 8 terdakwa. Mereka adalah yaitu Amin, 45; Rofi, 36; Mistar, 43; Suparman, 43; Samin, 35; Sugi, 25; dan Edi Efendi, 21; dan juga Saton. Mereka kompak mengenakan rompi oranye dan berkopyah.

Sidang berjalan singkat. Dipimpin majelis hakim Gatot Ardian, sidang itu hanya beragendakan pembacaan tanggapan dari pada eksepsi kuasa hukum terdakwa pada sidang minggu lalu.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (kejari) Kabupaten Probolinggo, Ardian Junaedi mengatakan, perihal eksepsi yang dilayangkan oleh penasihat hukum terdakwa bahwa dakwaan tersebut tidak jelas. Kontan saja pembelaan penasihat hukum, dinilai kejaksaan tidak benar. Pasalnya, dalam dakwaan yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya sudah jelas dan detail.

“Apanya yang tidak jelas. Pada dakwaan lalu itu sudah saya rinci. Perannya saja yang beda, ada yang bakar, ada yang ikat dan sebagainya. Tapi mereka melakukan itu secara bersama-sama. Entah bagaimana keputusan hakim nanti. Tapi kami mohon eksepsi dari terdakwa ditolak,” katanya.

Dia berharap, hakim menolak permohonan eksepsi dari terdakwa itu dalam sidang putusan sela minggu depan. Sehingga persidangan tetap bisa dilanjutkan. Karena, menurutnya, kasus tersebut sudah masuk dalam materi sidang perkara yang sudah dipaparkan dengan jelas.

Sementara itu, penasihat hukum Prayuda Rudi Nurcahya mengatakan, pihaknya masih berpegang teguh pada eksepsi yang diajukannya. Meski dari pihak JPU menilai eksepsi itu sudah tidak sinkron sebab, kasusnya sudah masuk dalam materi pembuktian.

“Tapi tetap saja, bagi saya eksepsi itu juga terkait kejelasan dan kecermatan pada materi itu. Selama itu tidak jelas dan tidak cermat, apalagi hanya fotocopy, saya tetap keberatan, dan menunggu keputusan sela minggu depan,” ungkapnya

Disisi lain, Gatot Ardian memutuskan, sidang pada ditunda pekan depan. “Sidang kasus 8 terdakwa ditunda. Persidangan akan dilanjutkan pada Selasa minggu depan terkait putusan sela itu,” kata majelis hakim. (sid/fun)