alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Intensifkan Pengawasan dan Sosialisasi untuk Tekan Penyakit Masyarakat

KRAKSAAN, Radar Bromo – Untuk meningkatkan kenyamanan dan kondusivitas masyarakat, Satpol PP gencar melakukan pengawasan dan sosialisasi. Hal ini gencar dilakukan untuk menekan penyakit masyarakat yang masih marak terjadi.

Koordinator Tim Reaksi Cepat Satpol PP Kabupaten Probolinggo Nurul Arifin mengatakan, giat untuk pengawasan dan sosialisasi akan lebih diintensifkan. Upaya ini dilakukan untuk menekan penyakit masyarakat (Pekat).

“Tahun sebelumnya kami melakukan giat operasi pekat sebanyak 28 kali. Sasaran operasi pekat seperti judi, anak jalanan, PSK, miras, dan lain-lain yang menyebabkan ketidaknyamanan di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, tindakan yang dilakukannya juga merupakan upaya menurunkan angka kriminalitas yang ada. Dengan pengawasan dan sosialisasi harapannya penyakit masyarakat dapat ditekan seminim mungkin.

“Ini juga upaya pencegahan agar penyakit masyarakat tidak berkembang karena penyakit masyarakat ini hanya bisa diantisipasi agar tidak meningkat,” pungkasnya.

Gejala sosial seperti itu merupakan perilaku dari masyarakat. Terutama yang tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai sosial yang ada, serta berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Gejala yang terjadi tersebut sering kali berunjung pada tindakan kriminal.

“Penyakit masyarakat kerap kali berujung pada tindakan kriminal, tujuan pengawasan dan sosialisasi agar mereka yang telah terjaring dalam operasi dapat mengubah pola pikir agar tidak melakukan tindakan yang berujung pada kriminal,” pungkasnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Untuk meningkatkan kenyamanan dan kondusivitas masyarakat, Satpol PP gencar melakukan pengawasan dan sosialisasi. Hal ini gencar dilakukan untuk menekan penyakit masyarakat yang masih marak terjadi.

Koordinator Tim Reaksi Cepat Satpol PP Kabupaten Probolinggo Nurul Arifin mengatakan, giat untuk pengawasan dan sosialisasi akan lebih diintensifkan. Upaya ini dilakukan untuk menekan penyakit masyarakat (Pekat).

“Tahun sebelumnya kami melakukan giat operasi pekat sebanyak 28 kali. Sasaran operasi pekat seperti judi, anak jalanan, PSK, miras, dan lain-lain yang menyebabkan ketidaknyamanan di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, tindakan yang dilakukannya juga merupakan upaya menurunkan angka kriminalitas yang ada. Dengan pengawasan dan sosialisasi harapannya penyakit masyarakat dapat ditekan seminim mungkin.

“Ini juga upaya pencegahan agar penyakit masyarakat tidak berkembang karena penyakit masyarakat ini hanya bisa diantisipasi agar tidak meningkat,” pungkasnya.

Gejala sosial seperti itu merupakan perilaku dari masyarakat. Terutama yang tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai sosial yang ada, serta berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Gejala yang terjadi tersebut sering kali berunjung pada tindakan kriminal.

“Penyakit masyarakat kerap kali berujung pada tindakan kriminal, tujuan pengawasan dan sosialisasi agar mereka yang telah terjaring dalam operasi dapat mengubah pola pikir agar tidak melakukan tindakan yang berujung pada kriminal,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/