alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Catatan Satlantas: Sebanyak 116 Nyawa Meregang di Jalan selama 2019

KRAKSAAN, Radar Bromo – Angka kecelakaan yang ditangani Satlantas Polres Probolinggo mulai Januari hingga Desember 2019 cukup tinggi. Di wilayah hukumnya, Satlantas mencatat angka kecelakaan mencapai 648 insiden. Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar 554.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, jumlah laka pada 2018 sekitar 554 kejadian. Dari 554 insiden, sebanyak 55 korban meninggal dunia, 13 luka berat, dan 742 luka ringan.

Sedangkan di tahun 2019, jumlah insiden meningkat menjadi 648 kejadian. Dari angka tersebut, korban tewas cukup tinggi dengan jumlah 116 korban jiwa. Sementara korban luka ringan mencapai 750 orang, serta korban luka berat tidak ada.

Ipda Nyoman Harayasa, kanit laka Polres Probolinggo mengatakan, setiap tahunnya ada empat faktor penyebab kecelakaan. Yaitu, manusia, kendaraan, jalan, dan alam. Namun, untuk tahun ini yang paling banyak penyebab kecelakaanya yaitu faktor manusia itu sendiri.

“Yang terjadi demikian. Jadi, paling banyak itu merupakan faktor manusianya itu sendiri,” ungkapnya.

Nyoman -sapaan akrabnya- menjelaskan, jika dilihat dari faktor pelaku dan korban berdasarkan usia paling banyak yaitu usia sekitar paling banyak untuk korban adalah pekerja swasta yang berjumlah 486 orang. Di posisi kedua ada pelajar yakni sekitar 108 orang. Ketiga yaitu mahasiswa dengan jumlah 48 orang.

Melihat hal itu, kata Nyoman, pihaknya tidak ada henti-hentinya untuk mengimbau para pengendara. Baik roda dua dan roda empat. Menurutnya, sebelum mengendarai kendaraan diharapkan mereka selalu siap. Baik dari fisik pengemudinya dan juga kendaraannya.

“Kami imbau agar selalu siap. Kendaraan siap dan juga setelah di jalan, patuhi aturan,” katanya.

Berkendara haruslah memiliki fisik yang prima dan sehat. Pengemudi tidak boleh mengantuk atau terpengaruh obat-obatan dan minum beralkohol. Sebab, jika itu dilanggar, peluang kecelakaan semakin besar.

“Selain itu, juga disiapkan masalah surat kendaraan, identitas diri, dan kendaraan. Untuk roda dua harus safety mengenakan helm,” terangnya. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Angka kecelakaan yang ditangani Satlantas Polres Probolinggo mulai Januari hingga Desember 2019 cukup tinggi. Di wilayah hukumnya, Satlantas mencatat angka kecelakaan mencapai 648 insiden. Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar 554.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, jumlah laka pada 2018 sekitar 554 kejadian. Dari 554 insiden, sebanyak 55 korban meninggal dunia, 13 luka berat, dan 742 luka ringan.

Sedangkan di tahun 2019, jumlah insiden meningkat menjadi 648 kejadian. Dari angka tersebut, korban tewas cukup tinggi dengan jumlah 116 korban jiwa. Sementara korban luka ringan mencapai 750 orang, serta korban luka berat tidak ada.

Ipda Nyoman Harayasa, kanit laka Polres Probolinggo mengatakan, setiap tahunnya ada empat faktor penyebab kecelakaan. Yaitu, manusia, kendaraan, jalan, dan alam. Namun, untuk tahun ini yang paling banyak penyebab kecelakaanya yaitu faktor manusia itu sendiri.

“Yang terjadi demikian. Jadi, paling banyak itu merupakan faktor manusianya itu sendiri,” ungkapnya.

Nyoman -sapaan akrabnya- menjelaskan, jika dilihat dari faktor pelaku dan korban berdasarkan usia paling banyak yaitu usia sekitar paling banyak untuk korban adalah pekerja swasta yang berjumlah 486 orang. Di posisi kedua ada pelajar yakni sekitar 108 orang. Ketiga yaitu mahasiswa dengan jumlah 48 orang.

Melihat hal itu, kata Nyoman, pihaknya tidak ada henti-hentinya untuk mengimbau para pengendara. Baik roda dua dan roda empat. Menurutnya, sebelum mengendarai kendaraan diharapkan mereka selalu siap. Baik dari fisik pengemudinya dan juga kendaraannya.

“Kami imbau agar selalu siap. Kendaraan siap dan juga setelah di jalan, patuhi aturan,” katanya.

Berkendara haruslah memiliki fisik yang prima dan sehat. Pengemudi tidak boleh mengantuk atau terpengaruh obat-obatan dan minum beralkohol. Sebab, jika itu dilanggar, peluang kecelakaan semakin besar.

“Selain itu, juga disiapkan masalah surat kendaraan, identitas diri, dan kendaraan. Untuk roda dua harus safety mengenakan helm,” terangnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/