Rp 55,245 M Dianggarkan untuk Pendidikan, Tapi Belum Bisa Bebaskan Biaya Pendidikan

PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) menggangarkan Bantuan Operasional Sekolah tahun 2019 sebesar Rp 55,245 miliar. Anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) ini untuk SD/MI negeri/swasta dan SMP/MTs negeri/swasta.

Adapun rinciannya BOS untuk SD Negeri Rp 20.438.260.000, BOS SMP negeri Rp 8.538.800.000. Sementara untuk BOSDA untuk SD/MI negeri/swasta Rp 15.854.080.000, BOSDA SMP/MTs negeri/swasta Rp 10.413.960.000.

Dengan anggaran sebesar itu, Pemkot Probolinggo belum bisa membebaskan biaya pendidikan seluruhnya. Hal ini diungkapkan dr Bambang Agus Suwignyo, sekda Kota Probolinggo.

Dia menyampaikan, ada beberapa faktor yang menyebabkan Pemkot Probolinggo belum bisa membebaskan segala biaya pendidikan di Kota Probolinggo. “Bantuan operasional pendidikan yang dialokasikan oleh pemerintah Pusat hanya untuk biaya operasional. Belum mencakup biaya personal siswa,” ujarnya.

Disdikpora juga telah melakukan kajian tentang bantuan operasional sekolah satuan pendidikan yang dilakukan bersama Universitas Widyagama Malang pada tahun 2012. Dari hasil kajian tersebut, membandingkan data unit per biaya kebutuhan siswa per bulan diperoleh tambahan anggaran bagi sekolah jenjang negeri dibutuhkan biaya Rp 16.592.834.866, untuk menutupi kekurangan program pendidikan gratis.

Selain itu, animo masyarakat atau orang tua untuk ikut bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu pendidikan, cukup tinggi. Sehingga, orang tua mendukung setiap kebijakan dalam rangka mendukung kreativitas bakat dan minat siswa. (put/fun)