Tipu Kades dan Warga di Grati, Warga Nguling Berstatus Residivis Diamankan

GRATI, Radar Bromo – Jeruji penjara tak membuat kapok Hendra Franata insaf. Laki-laki usia 27 tahun asal Jalan Pandean, Desa/Kecamatan Nguling yang pernah tersandung kasus penipuan itu, kembali melakukan perbuatan pidana. Alhasil, perbuatannya itu membuatnya dijemput unit Reskrim Polsek Grati.

Hendra dibekuk Senin (2/9) silam lantaran telah melakukan penipuan sejumlah uang tunai dan sertifikat, milik beberapa warga Grati pada Juli tahun 2018 silam. Dia akhirnya diburu, hingga unit Reskrim Polsek Grati harus mengejarnya hingga ke wilayah Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

PERNAH DIHUKUM: Hendra Franata saat dibekuk polisi di Wonomerto. Dia pernah dihukum atas kasus yang sama. (Foto: Polsek Grati for Jawa Pos Radar Bromo)

Laki-laki yang pernah dihukum 18 bulan ats kasus penipuan motor tersebut, kembali ditangkap oleh unit reskrim polsek grati terkait perkara pidana penipuan terhadap beberapa orang korban. Di antaranya M. Imron, warga Kambingan Rejo; Rozak, warga Desa Plososari; Budi, warga Dusun Buntalan, Desa Kedawung Wetan, dan Wasis, Kepala Desa Kambinganrejo, Kecamatan Grati.

“Kami mengamankannya saat dia bersembunyi di wilayah Wonomerto. Selain tersangka (Hendra), kami juga mengamankan satu unit Mobil Toyota Inova warna hitam nopol L 1285 JO,” beber Kapolsek Grati, AKP Suyitno.

Adapun penipuan tersebut dilakukan Hendra Franata dengan modus menawarkan jasa pengurusan sertifikat tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pasuruan, dengan disertai meminta sejumlah uang tunai kepada korban. Alasannya, sebagai biaya administrasi. Total uang yang berhasil di kumpulkan dari melakukan penipuan terhadap korban nya adalah kurang lebih senilai Rp 75.000.000.

Namun, setelah satu tahun lebih dan setelah sejumlah korban mengkroscek sendiri ke BPN Pasuruan, banyak yang terkejut. Pasalnya, Hendra Franata tidak pernah menguruskan sertifikat milik beberapa orang korban tersebut ke BPN Pasuruan, Hendra Franata selanjutnya menjadi buron karena sengaja meninggalkan rumah yang saat itu bertempat tinggal di Desa Trewung, Kecamatan Grati.

Dari informasi yang diperoleh, dalam proses pencarian tersebut, ada saksi korban bernama yang bernama Imron, mendapat informasi bahwa sertifikatnya telah dijadikan jaminan hutang oleh Hendra Franata, kepada Rozak, sebesar Rp 25.000.000.

Setelah Imron mengkonfirmasi informasi tersebut kepada Rozak, didapat keterangan bahwa Hendra Franata telah menggadaikan sertifikat rumah yang diakui milik Hendra Franata tersebut, kepada dirinya senilai Rp 25.000.000.

Selanjutnya seluruh korban penipuan yang dilakukan Hendra Franata, bersama-sama melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Grati. Laporan itu ditindaklanjuti unit Reskrim dengan melakukan serangkaian penyidikan dan penyelidikan. Hingga Hendra Franata berhasil dibekuk.

“Setelah kami tangkap, tersangka kami dalami. Ternyata di tahun 2018 silam, tersangka pernah dipenjara lantaran kasus yang sama yakni penipuan,” beber kapolsek. Sekitar 2016, kata kapolsek, tersangka menipu warga sepeda motor kawasaki Ninja milik warga Sumberdawesari, dengan kerugian materiil saat itu senilai Rp 35.000.000. Tersangka lalu divonis 18 bulan kurungan penjara.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat lain yang merasa menjadi korban penipuan Hendra Franata, segera melapor ke polsek Grati. Karena saya juga mendapat informasi bahwa Hendra Franata tidak hanya melakukan penipuan di wilayah Grati saja,” ungkap Suyitno.

Bahkan polisi mendapa tlaporan, bahwa Hendra acapkali mengaku, sebagai anggota Polri saat melakukan aksi penipuan di tempat lain. “Ngakunya menjadi buser, dan hal ini dia lakukan untuk aksi penipuan yang dilakukannya berjalan lancar,” pungkas kapolsek. (fun)