Sepekan, Polres Probolinggo Tindak Ribuan Pelanggar Lalu Lintas

KRAKSAAN, Radar Bromo – Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Probolinggo kembali melakukan operasi patuh semiru 2019 Rabu pagi (4/9). Razia tersebut adalah kali ke tujuh satlantas yang dilakukan selama Operasi Semeru yang dilakukan sejak 29 Agustus. Selama sepekan razia digelar, sudah ribuan pengendara ditindak lantaran melanggar aturan yang berlaku.

Sekitar pukul 06.30 di halaman Mapolsek Kraksaan, razia digelar. Markas dipenuhi oleh pengguna kendaraan roda dua. Mereka yang melaju dari arah timur ke barat, diarahkan terlebih dulu masuk ke halaman mapolsek. Tujuannya, yaitu untuk diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraan masing-masing.

IKUT DIHENTIKAN: Polisi jga menghentikan pengemudi becak bermotor. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Bagi mereka yang tidak lengkap, atau pajak kendaraannya mati, maka oleh pihak kepolisian diberikan pilihan. Khusus yang pajaknya mati, pihak kepolisian memberikan dua pilihan. Yaitu ditilang dan langsung sidang ditempat. Atau membayar pajak kendaraannya di tempat.

Operasi yang dilakukan kemarin digelar secara gabungan. Mulai dari TNI, kejaksaan dan juga pengadilan. Sehingga, masyarakat yang ditindak, tidak perlu lagi mondar-mandir untuk mengurus surat tilang.

Ada beberapa yang kendaraan roda dua disita. Itu, lantaran pemilik tidak bisa menunjukkan surat surat kendaraan. Selain itu ada juga bentor. Selain melanggar aturan, bentor juga tidak bisa menunjukkan surat surat.

AKP Purwanto Sigit Raharjo, Kasatlantas Polres Probolinggo mengatakan, selama tujuh hari ini pihaknya telah menindak ribuan lebih pengendara bermasalah. Mulai dari kendaraan roda dua hingga roda empat. “Seribu lebih yang kami tindak didominasi roda dua,” ujarnya di lokasi sesuai melakukan operasi.

Menurutnya, rata rata pengendara roda dua itu ditindak lantaran beberapa hal. Antara lain, karena surat-surat tidak lengkap, pajak mati dan ada juga yang tidak menggunakan helm. Padahal, untuk berkendara semua itu harus dibawa.

“Yang paling banyak itu kelengkapan surat yang kurang, juga ada pelanggar yang tidak memakai helm. Padahal, itu semua ketika berkendara harus dibawa,” katanya.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Dringu itu menjelaskan, pada operasi patuh tahun ini tren pelanggaran meningkat. Peningkatan terjadi sekitar 30 persen.

“Pelanggarnya masih tetap sama yaitu kelengkapan surat surat dan helm,” ujarnya.

Operasi ini sendiri bakal dilakukan hingga 11 September mendatang. Karena itu, Sigit sapaan akrab kasat lantas itu menghibau sebelum bepergian masyarakat diimbau untuk membawa surat surat. Juga menakai helm dan kondisi kendaraan. “Dengan demikian kami harap bisa nyaman. Dan terhindar dari kecelakaan,” tandasnya. (sid/fun)