Persekabpas Butuh Tambahan Striker untuk Arungi Zona Jawa

BANGIL – Manajemen Persekabpas masih melobi PSSI untuk menambah pemain baru. Sembari menunggu kebijakan PSSI, Persekabpas juga membidik pemain incaran. Tujuannya, jika memang PSSI melunak soal kebijakan transfer, Persekabpas bisa langsung menggaet pemain incaran.

Saat ini Persekabpas memiliki 18 pemain. Sementara kuota sebuah tim yang berlaga di Liga 3, maksimal 30 pemain. Artinya, Persekabpas memang masih memiliki banyak kuota untuk mengisi timnya.

“Tidak lebih dari 60 persen kalau kami hitung. Makanya, kami butuh tambahan pemain untuk mengarungi Zona Jawa,” terang Suryono Pane, manajer Persekabpas.

Menurut lelaki asal Gununggangsir, Beji itu, sejatinya Persekabpas membutuhkan tambahan pemain di semua lini. Namun yang paling urgen adalah posisi striker dan gelandang serang.

“Coba saja lihat tiap kami berlaga. Rico (Hardiansyah) kerap menjadi striker tunggal dan tumpuan di lini depan. Kalau Rico cedera atau disimpan untuk strategi, praktis kami tidak memiliki tukang gedor,” beber Suryono Pane.

Padahal, idealnya Persekabpas memiliki dua striker inti. “Kami masih mencari pemain yang bisa di duetkan dengan Rico. Karena selama ini, Rico sering diturunkan sendiri dan hanya dibantu gelandang. Bila cedera atau terkena sanksi, entah bagaimana siasat pelatih,” kata Suryono.

Ini pernah terjadi saat Persekabpas berlaga menghadapi Jember United di babak penyisihan grup Zona Jatim lalu. Saat itu Rico terkena akumulasi kartu kuning. Alhasil pelatih Kasianto menurunkan Hadi Sudarma sebagai ujung tombak. Dalam laga itu, Persekabpas memang berhasil menang 1-0.

Bukan tidak mungkin, pengalaman serupa bisa kembali terjadi saat Zona Kawa nanti. “Kami tidak bisa menerka. Jelas itu akan membuat tim terpengaruh,” terang Suryono.

Bila Rico tak bisa diturunkan, pelatih Kasianto memang memiliki alternatif. Bisa menurunkan Hadi Sudarma yang merupakan pemain cadangan, atau menarik gelandang serang menjadi tukang gedor.

“Tapi itu (menarik gelandang jadi striker) kan tidak efektif. Ada keberuntungan yang kami harap yakni bisa menang. Dan keberuntungan itu tak selalu ada,” beber Suryono.

Sehingga, Persekabpas wajib untuk menambah pemain baru, agar mampu bersaing di Zona Jawa. Manajemen pun hanya bisa menunggu keputusan PSSI, dan mengharap Asprov Jatim mau melunak. (fun)