Laporan Kerusakan Terumbu Karang di Binor, Ini Langkah Pemerintah

PAITON – Adanya kerusakan terumbu karang di perairan Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, masih terus didalami. Sejauh ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, masih mengumpulkan data terkait kerusakan ini.

Rencananya, DLH Provinsi Jawa Timur akan kembali menggelar rapat untuk melengkapi data dan keterangan dari pengadu, Kamis (9/9). Sebab, keterangan pengaduan itu dinilai belum lengkap.

“Tim kami dari Jawa Timur nanti akan hadir untuk klarifikasi kelengkapan data bahan keterangan di DLH Provinsi Jatim,” ujar Kasi Program dan Evaluasi Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar pada Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Permana Yudiarso.

Permana mengaku, telah mengirimkan surat kepada Dirjen Pengelolaan Ruang Laut dan Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP RI. Surat itu, terkait pengaduan masyarakat soal kerusakan terumbu karang di Peraian Desa Binor, Kecamatan Paiton.

Menurut Permana, hingga dua hari menjelang rapat bersama DLH Provinsi Jawa Timur, juga belum diperoleh data kapal tongkang yang sering masuk ke perairan Desa Binor, Kecamatan Paiton. Karenanya, dalam rapat tersebut juga akan diundang KSOP Probolinggo untuk melengkapi data itu. “Kapal milik siapa, siapa nakhodanya saat kejadian, itu akan dilengkapi,” ujarnya.

Sejumlah pihak akan diundang dalam rapat di DLH Provinsi Jawa Timur ini. Hasilnya, akan ditindaklanjuti oleh DLH, berupa surat perintah untuk menindaklanjuti adanya laporan kerusakan terumbu karang itu. “Prosedurnya akan dibikin tim. Nanti tim ini yang terlibat menghitung kerusakan secara ekonomi,” ujarnya.

Diketahui, adanya kerusakan terumbu karang di perairan Desa Binor, Kecamatan Paiton, ini diadukan oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Dusun Kranjingan, Desa Binor. Aduan ini langsung direspons BPSPL Denpasar dengan datang langsung ke Desa Binor. (hil/rud)