Insentif Rp 1,1 M Cukup 1 Bulan, Diserahkan untuk 205 Nakes

STAND BY: Tenaga medis di RSUD Tongas yang siap melayani pasien Covid-19. Kementerian Kesehatan telah menggelontorkan dana insentif untuk nakes, namun hanya cukup untuk pembayaran satu bulan. (Foto: Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TONGAS, Radar Bromo – Pemerintah pusat sudah mencairkan dana insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) yang menangani Covid-19, ke tiap daerah. Termasuk untuk nakes di Kabupaten Probolinggo. Hanya saja, anggaran sekitar Rp 1,1 miliar itu hanya cukup untuk insentif nakes selama 1 bulan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Boedi Yoelijanto saat dikonfirmasi mengatakan, anggaran dana insentif untuk pegawai fungsional (nakes) dari pusat sudah cair. Untuk proses pencairannya, diserahkan ke masing-masing RSUD dan Puskesmas.

”Ada sekitar 205 nakes yang ada di 2 RSUD (RSUD Tongas dan Waluyojati) dan 5 puskesmas yang menerima insentif penanganan Covid-19 tersebut,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Anang menjelaskan, proses untuk pencairan dana insentif itu cukup rumit. Karena persyaratan dari pusat selalu berubah-ubah. Tentunya, pihaknya tidak ingin pencairan itu tidak tepat. Dengan anggaran sekitar Rp 1,1 miliar, hanya cukup untuk insentif nakes 1 bulan. Mengingat, jumlah nakes yang menangani Covid-19 di Kabupaten Probolinggo cukup banyak.

”Pencairan insentifnya untuk satu bulan pertama. Nakes yang terlibat tidak sama. Ada yang mulai Maret, ada yang mulai April. Jadi, intinya insentif yang dicairkan itu hanya untuk satu bulan,” terangnya.

Selanjutnya, pihaknya akan mengajukan kembali dana insentif nakes ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk pencairan bulan berikutnya. Karena, pencairan insentif telah dilakukan, baru satu bulan pertama.

”Untuk insentif bulan berikutnya, kami ajukan kembali dan melihat persyaratan yang harus dipenuhi untuk insentif nakes tersebut,” terangnya. (mas/fun)