Operasi Pasar Akibat Harga Cabai Naik Dinilai Belum Perlu

MERAH: Seorang pedagang cabai di Pasar Besar Kota Pasuruan melayani pembeli, beberapa waktu lalu. Semakin mahalnya harga cabai belum bisa menjadi alasan untuk dilakukan operasi pasar. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Makin mahalnya harga cabai rawit belum bisa membuat Pemkot Pasuruan mengadakan operasi pasar. Alasannya, karena kenaikan harga komoditas saat ini belum begitu kompleks.

Kasi Pengawasan Barang dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Subhan Widi Prasetyo menilai, operasi pasar bisa digelar jika terdapat sejumlah komoditas yang harganya naik. Terutama, komoditas sembilan bahan pokok atau sembako. “Jika yang naik itu hanya cabai seperti saat ini, agaknya belum diperlukan operasi pasar,” katanya.

Menurutnya, operasi pasar memang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Namun, pihaknya dapat mengusulkan digelarnya operasi pasar jika menjadi kebutuhan mendesak. “Makanya setiap hari harga-harga komoditas itu terus dipantau untuk kemudian dilaporkan ke provinsi,” ujarnya.

Termasuk harga cabai yang dalam beberapa pekan terakhir terus naik. Menurut Subhan, pihaknya telah melaporkan kondisi ini. “Kami juga konsultasi apakah perlu operasi pasar, namun sekarang masih belum. Provinsi menghendaki operasi pasar jika ada beberapa komoditas yang naik,” ujarnya.

Kenaikan harga cabai juga tak hanya terjadi di Kota Pasuruan. Kata Subhan, Pemerintah Provinsi juga telah memantau kondisi serupa di beberapa daerah lain. Penyebab naiknya harga cabai dikarenakan minimnya pasokan. Sebab, saat ini sektor pertanian cabai mengalami gagal panen akibat cuaca. “Sementara kami hanya sosialisasi saja ke konsumen. Agar membeli kebutuhan seperlunya saja untuk komoditas cabai selama harganya tinggi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kenaikan harga cabai rawit terjadi di empat pasar daerah di Kota Pasuruan. Meliputi, Pasar Besar, Pasar Kebonagung, Pasar Gadingrejo, dan Pasar Karangketug. Sebelumnya, harga cabai Rp 70 ribu per kilogram. Namun, pantauan terakhir Dinas Perindustrian dan Perdagangan pekan ini sudah berkisar antara Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram. (tom/fun)