Gagal saat Banding, Setiyono Bakal Ajukan Kasasi, Kira-kira Bagaimana Hasilnya?

SAAT VONIS: Setiyono tersenyum lebar menyapa kerabat dan koleganya, usai sidang pembacaan vonis di PN Tipikir, pertengahan Mei silam. Meski gagal di tingkat banding, Setiyono berencana mengajukan kasasi. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

SURABAYA, Jawa Pos – Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono bakal mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Menyusul putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur yang lebih berat dibanding putusan PN Tipikor Surabaya.

MASIH YAKIN: Rencana pengajuan kasasi itu siap diajukan setelah tim penasihat hukum Setiyono melihat, masih ada celah untuk mengupayakan keadilan. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Rencana untuk menempuh upaya hukum lanjutan itu disampaikan Robinson, pengacara Setiyono. Karena keputusan banding yang lebih berat itu, pihaknya berencana mengajukan kasasi.

”Kami masih menunggu relaas serta salinan putusan dari Pengadilan. Karena itu, sebagai dasar kami untuk mendiskusikannya dengan klien kami,” ucap Robinson, pengacara Setiyono.

Robinson menjelaskan, ada beberapa hal yang tidak membuatnya sepakat sewaktu banding. Salah satunya, pertimbangan hakim. Menurutnya, pertimbangan hakim tidak mencerminkan rasa keadilan.

Ditambahkannya, pertimbangan hakim di PT hanya mengopi dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Itulah yang membuat Robinson dan kliennya mengajukan banding.

”Salah satunya hal tersebut. Pertimbangannya tidak berasal dari hakim saat menilai fakta sidang, melainkan hanya melihat dakwaan dan tuntutan jaksa,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, putusan banding Pengadilan Tinggi Jawa Timur untuk Setiyono, telah turun. Hasilnya, Majelis Hakim yang diketuai Robert Simorangkir itu memperberat hukuman subsider untuk Setiyono. Hal itu terungkap dalam amar putusan yang diakses Jawa Pos Radar Bromo melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Surabaya. Dengan nomor 23/PID.SUS-TPK/2019/PT SBY.

Hukuman subsider yang dimaksud yaitu pidana kurungan selama 6 bulan, bila Setiyono tidak membayar denda Rp 500 juta. Dalam putusan sidang perkara pokok sebelumnya, ketentuan subsider itu hanya 4 bulan penjara.

Setiyono juga tetap membayar uang pengganti sejumlah Rp 2.260.493.360. Jika tak dibayar dalam waktu sebulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita.

Namun, jika harta benda Setiyono tak mencukupi sesuai dengan jumlah uang pengganti, maka hukumannya bakal ditambah dengan pidana penjara selama dua tahun. Sebelumnya, hukuman subsider itu hanya selama setahun pidana penjara. (den/JPG/fun)