Tegur Teman Mabuk, Warga Jrebeng Lor Dibacok

BERI KETERANGAN: Agung Wahyu Hermawan memberikan keterangan di depan penyidik Polres Probolinggo Kota, Sabtu (4/7). Dia mengaku dibacok Sony, yang tidak terima karena ditegur, Jumat (3/7) malam. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Warga sekitar Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dihebohkan dengan aksi pembacokan, Jumat (3/7) malam. Sekitar pukul 21.30, dua pemuda saling pukul, bahkan salah satunya terluka terkena sabetan celurit.

Mereka adalah Agung Wahyu Hermawan, 29, warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Dan, Sony, warga Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Usianya, juga diperkirakan 29 tahun.

Agung mengatakan, malam itu dirinya sedang ngopi bersama sejumlah temannya di salah satu warung di sekitar Jalan Brigjen Katamso. Sekitar pukul 21.30, datanglah Sony yang sedang mabuk. Dalam kondisi mabuk, Sony marah-marah tidak jelas.

Mendapati itu, Agung memintanya duduk. Rupanya, Sony tak terima dan langsung memegang kerah baju Agung dan menariknya. Karenanya, terjadilah perkelahian. “Tiba-tiba Sony mengambil celurit yang ada di bawah meja tempat duduknya. Memang Sony sering bawa celurit,” ujar Agung.

Melihat Sony memegang celurit, Agung berusaha kabur. Namun, saat berusaha melarikan diri punggungnya terkena sabetan celurit. “Meski saya kena sabetan di punggung, saya terus lari. Akhirnya, ada sepeda kecil, saya angkat dan lemparkan ke Sony. Sehingga, celuritnya terlepas. Melihat celuritnya lepas dan Sony terjatuh, saya langsung ganti pukuli dia. Sampai akhirnya ada warga yang melerai kami,” jelasnya di Mapolres Probolinggo Kota.

Dari lokasi kejadian, Agung langsung datang ke Polres Probolinggo Kota untuk melaporkan kejadian yang menimpanya. Sementara, Sony diamankan oleh warga sampai kemudian kepolisian datang membawanya ke Mapolresta. “Saya datang ke Polresta sendiri menggunakan sepeda motor tanpa pakai baju. Soalnya, baju saya buat ngelap darah di punggung. Usai melapor, saya langsung ke rumah sakit (dr. Mohamad Saleh),” jelasnya.

Di sisi lain, Sony belum bisa dimintai keterangan awak media. Dia masih menjalani pemeriksaan dari penyidik Polresta. Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Hery Sugiono mengatakan, penyidik masih memeriksa saksi korban dan Sony.

Karenanya, pihaknya belum mengetahui secara pasti, apakah motifnya murni lantaran mabuk atau sebelumnya punya dendam pribadi. “Masih diperiksa. Kami masih dalami dan mintai keterangan dari Sony,” ujarnya. (rpd/rud)