Peserta UTBK Keluhkan Mahalnya Rapid Test di Kota Probolinggo

KANIGARAN, Radar Bromo – Puluhan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) mengeluhkan mahalnya biaya rapid test yang dikenakan di Kota Probolinggo. Mereka berharap biaya rapid test bisa dilakukan secara gratis seperti di beberapa daerah lain di Jawa Timur.

Seperti yang diungkapkan Vina Fitriana Dovi, 19, warga Kelurahan/Kecamatan Sumbertaman yang merupakan koordinator peserta UTBK. Menurutnya, di Kota Probolinggo ada 95 peserta UTBK.

“Panitia mewajibkan semua peserta UTBK menyertakan surat keterangan sehat beserta hasil rapid test dari kota masing-masing pada hari pelaksanaan UTBK. Namun, biaya rapid test di Kota Probolinggo mahal,” ujarnya.

Vina membandingkan biaya tes UTBK saja hanya Rp 150 ribu. Sedangkan untuk rapid test di Kota Probolinggo biayanya di atas Rp 300 ribu per orang.

“Itu pun kami belum tentu diterima ketika mengikuti UTBK,” ujarnya.

Vina dan teman-teman peserta UTBK berharap biaya rapid digratiskan. Sama dengan di daerah lain.

“Di Kabupaten Probolinggo dan Jember sudah gratis untuk rapid test. Di sini masih dikenakan biaya,” keluhnya.

Peserta dari Kota Probolinggo sendiri, mengikuti jadwal tes yang berbeda-beda. Ada yang tanggal 5 Juli, ada juga yang tanggal 14 Juli. Vina mendapat jadwal tes pada 7 Juli.

“Sampai sekarang belum melakukan rapid test. Padahal jadwal sudah mendesak,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan akun Suntoro Adi dalam grup facebook. Dalam grup media sosial tersebut, Suntoro Adi menyampaikan permintaan yang ditujukan pada Wali Kota Probolinggo agar bisa dibantu rapid test gratis.

“Assalamualaikum, saya mau tes SBMPTN di Jember dimintai surat rapid test dari daerah asal masing-masing. Tolong Pak Wali Kota Probolinggo, apa bisa bantu rapid test gratis yaa? karena kalo rapid test sendiri bayar Rp 350 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) dr NH Hidayati belum bersedia berkomentar mengenai hal tersebut. “Belum bisa berkomentar dulu,” ujarnya melalui pesan singkatnya saat dikonfirmasi. (put/hn)