alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Sembilan Desa Banjir akibat Luapan Sungai Rejoso

WINONGAN – Hujan deras kembali menyebabkan banjir di Kabupaten Pasuruan. Hujan yang mengguyur Senin (4/2) siang sampai sore, membuat sembilan desa di tiga kecamatan kebanjiran hingga Selasa (5/2).

TEROBOS AIR: Warga di Prodo menerobos genangan. (Desa Prodo, Winongan for Jawa Pos Radar Bromo)

Bakti Jati Permana, kepala pelaksana (kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, banjir yang terjadi adalah imbas dari hujan deras yang terjadi Senin siang sampai sore. Utamanya hujan deras di wilayah atas yaitu Lumbang.

“Akibat hujan deras di kawasan atas, air mengalir ke sungai Rejoso dan meluap di beberapa desa di Kecamatan Winongan dan Grati. Sehingga, terjadi banjir,” terangnya.

Untuk Kecamatan Winongan, desa yang terdampak yaitu Desa Prodo, Bandaran, Winongan Kidul, dan Winongan Lor. Sedangkan di Kecamatan Grati, yang terdampak yaitu Desa Kedawung Kulon dan Kedawung Wetan.

Bakti mengatakan, rata-rata ketinggian banjir mencapai 30-40 sentimeter di enam desa yang ada di dua kecamatan Tersebut. “Namun, ada yang lebih dari itu tingginya. Seperti di Desa Prodo, tingginya mencapai 60 sampai 70 sentimeter,” terangnya.

Selain dua kecamatan tersebut, tiga desa di Kecamatan Rejoso juga mengalami banjir. Efek dari meluapnya sungai Rejoso. “Banjir di Rejoso ini juga disebabkan air kiriman. Namun, di Rejoso, air baru meninggi, Selasa (5/2) pagi,” terangnya.

Di Kecamatan Rejoso, desa yang terdampak banjir adalah Desa Toyaning, Rejoso Lor, dan Pateguran. Rata-rata ketinggian banjir mencapai 40 sentimeter.

Dijelaskan Bakti, banjir yang terjadi di daerah selatan dan timur Kabupaten Pasuruan, merupakan akibat dari tingginya curah hujan. Juga karena keadaan sungai yang belum maksimal menampung dan mengalirkan air.

“Untuk sungai Rejoso, masih perlu normalisasi lagi. Sebab, kondisi endapan lumpur cukup tinggi. Sehingga, saat hujan deras dan ada kiriman air, terutama air pasang, banjir pun rutin terjadi,” tuturnya.

Koran ini memantau kondisi di Desa Prodo, Kecamatan Winongan, salah satu titik banjir. Kades Prodo Lukman Hakim mengatakan, hujan memang mengguyur Winongan sampai daerah atas seperti Lumbang.

“Hujan turun mulai siang sampai sore pada hari Senin. Setelah hujan deras, pukul 15.00 air mulai datang dan meninggi di Desa Prodo, tepatnya di Dusun Jetis. Dan, makin tinggi setelah magrib. Ketinggian air mencapai sekitar setengah meter,” terangnya.

Banjir menurutnya, memang rutin terjadi, jika wilayah atas hujan deras. Seperti Lumbang. Hujan di daerah atas menurutnya, membuat sungai Rejoso meluap dan membuat beberapa desa di Kecamatan Winongan banjir. (eka/fun)

WINONGAN – Hujan deras kembali menyebabkan banjir di Kabupaten Pasuruan. Hujan yang mengguyur Senin (4/2) siang sampai sore, membuat sembilan desa di tiga kecamatan kebanjiran hingga Selasa (5/2).

TEROBOS AIR: Warga di Prodo menerobos genangan. (Desa Prodo, Winongan for Jawa Pos Radar Bromo)

Bakti Jati Permana, kepala pelaksana (kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, banjir yang terjadi adalah imbas dari hujan deras yang terjadi Senin siang sampai sore. Utamanya hujan deras di wilayah atas yaitu Lumbang.

“Akibat hujan deras di kawasan atas, air mengalir ke sungai Rejoso dan meluap di beberapa desa di Kecamatan Winongan dan Grati. Sehingga, terjadi banjir,” terangnya.

Untuk Kecamatan Winongan, desa yang terdampak yaitu Desa Prodo, Bandaran, Winongan Kidul, dan Winongan Lor. Sedangkan di Kecamatan Grati, yang terdampak yaitu Desa Kedawung Kulon dan Kedawung Wetan.

Bakti mengatakan, rata-rata ketinggian banjir mencapai 30-40 sentimeter di enam desa yang ada di dua kecamatan Tersebut. “Namun, ada yang lebih dari itu tingginya. Seperti di Desa Prodo, tingginya mencapai 60 sampai 70 sentimeter,” terangnya.

Selain dua kecamatan tersebut, tiga desa di Kecamatan Rejoso juga mengalami banjir. Efek dari meluapnya sungai Rejoso. “Banjir di Rejoso ini juga disebabkan air kiriman. Namun, di Rejoso, air baru meninggi, Selasa (5/2) pagi,” terangnya.

Di Kecamatan Rejoso, desa yang terdampak banjir adalah Desa Toyaning, Rejoso Lor, dan Pateguran. Rata-rata ketinggian banjir mencapai 40 sentimeter.

Dijelaskan Bakti, banjir yang terjadi di daerah selatan dan timur Kabupaten Pasuruan, merupakan akibat dari tingginya curah hujan. Juga karena keadaan sungai yang belum maksimal menampung dan mengalirkan air.

“Untuk sungai Rejoso, masih perlu normalisasi lagi. Sebab, kondisi endapan lumpur cukup tinggi. Sehingga, saat hujan deras dan ada kiriman air, terutama air pasang, banjir pun rutin terjadi,” tuturnya.

Koran ini memantau kondisi di Desa Prodo, Kecamatan Winongan, salah satu titik banjir. Kades Prodo Lukman Hakim mengatakan, hujan memang mengguyur Winongan sampai daerah atas seperti Lumbang.

“Hujan turun mulai siang sampai sore pada hari Senin. Setelah hujan deras, pukul 15.00 air mulai datang dan meninggi di Desa Prodo, tepatnya di Dusun Jetis. Dan, makin tinggi setelah magrib. Ketinggian air mencapai sekitar setengah meter,” terangnya.

Banjir menurutnya, memang rutin terjadi, jika wilayah atas hujan deras. Seperti Lumbang. Hujan di daerah atas menurutnya, membuat sungai Rejoso meluap dan membuat beberapa desa di Kecamatan Winongan banjir. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/