alexametrics
25.1C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Di Probolinggo, Harga Cabai dan Tomat Meroket

KANIGARAN,Radar Bromo – Memasuki 2020, harga sejumlah komoditas pertanian semakin mahal. Terutama harga cabai rawit dan tomat. Cabai rawit yang minggu lalu masih Rp 24 ribu per kilogram, kini sudah berkisar Rp 40 ribu per kilogram.

“Harga cabai rawit sudah seminggu ini naik. Minggu lalu saya jual Rp 24 ribu, sekarang sudah Rp 40 ribu per kilogram. Harganya sudah dinaikkan sama tengkulak,” ujar salah satu pedagang di Pasar Baru, Kota Probolinggo, Maryama, 38.

Meski harga cabagi naik, penjualannya masih tetap seperti biasa. Ibu dua anak ini memperkirakan meski harganya naik, masih terbilang wajar. “Kalau sudah tembus Rp 50 ribu per kilogram, itu yang biasanya disambati pembeli. Terutama orang-orang yang jualan makanan. Kalau rumah tangga biasanya beli cabai rawit juga sedikit,” jelasnya.

Selain cabai rawit, harga tomat juga naik. Sepekan lalu hanya Rp 2.000 per kilogram, kini menjadi Rp 8.000 per kilogram. Maryama mengatakan, kenaikan harga cabai rawit dan tomat karena belum musim panen. “Dari distributor saya beli cabai rawit, katanya ini sudah masuk musim hujan. Tanaman cabainya rusak,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Moch Machsus, mengaku juga menemukan sejumlah komoditas pertanian yang mengalami inflasi. Salah satunya tomat sayur. “Tomat sayur dulu sampai dijual Rp 2000 per kilogram, sekarang sudah naik jadi Rp 7.000. Kenaikan harga komoditas pertanian ini bisa saja terjadi karena sudah tidak panen lagi,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU