alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Persekabpas Gagal ke Liga 2 usai Kalah Agregat Gol dengan PSID Jombang

BANGIL, Radar Bromo – Keinginan Persekabpas agar bisa naik level ke Liga 2, pupus. Ini, lantaran langkah Laskar Sakera (sebutan Persekabpas) harus terhenti di Zona Jawa. Mereka gagal melaju ke babak 32 besar usai Selasa sore (3/12) hanya meraih hasil seri saat away ke kandang PSID Jombang.

Dalam laga itu, Persekabpas hanya mampu meraih hasil seri, 1-1. Hasil ini membuat Persekabpas Pasuruan kalah agregat gol. Sebab, dalam laga awal, Persekabpas ditahan imbang 2-2 di Stadion R Soedrasono Pogar. Sementara dalam laga leg kedua, Persekabpas ditahan imbang dengan skor yang lebih kecil 1-1.

Laga yang berlangsung di Jombang itu memang berlangsung keras dan panas. Bahkan, hujan kartu merah tersaji dalam laga tersebut. Satu untuk pemain PSID Jombang dan pelatih PSID Jombang. Serta, satu lagi untuk Dede, pemain Persekabpas Pasuruan.

Persekabpas memang sempat tertinggal di babak pertama. The Lassak berusaha membalas, namun tak kesampaian. Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 bertahan untuk PSID Jombang.

Di babak kedua, Persekabpas akhirnya bisa membalas. Gol sontekan Ricko membuat skor berubah 1-1. Namun, hingga babak kedua berakhir, tak ada satu pun gol tambahan tercipta.

Manajer Persekabpas Pasuruan Suryono Pane mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Kekecewaannya bertambah dengan kepemimpinan wasit. Ia memandang, wasit pertandingan tak layak memimpin jalannya laga.

“Ada banyak hal yang membuat kami menilai wasitnya tak layak memimpin jalannya laga,” kata Suryono.

Lelaki yang berprofesi sebagai lawyer ini menambahkan, jalannya laga memang berlangsung panas. Bahkan, jalannya laga sempat terhenti selama kurang lebih 10 menit. Namun sayang, waktu 10 menit itu tetap jalan tanpa ada pengganti waktu dari wasit.

Hal ini, membuat timnya kehilangan banyak waktu. “Belum lagi, banyak keputusan-keputusan yang merugikan tim kami. Kami rasa, memang tak layak wasit tersebut memimpin,” sambungnya.

Untuk itulah, pihaknya akan mengajukan protes ke PSSI seiring dengan ketidakprofesionalan wasit. Protes itu dilayangkan sebagai tanda atas keberatan pihaknya terhadap keputusan-keputusan yang diberikan wasit.

“Kami memang kecewa dengan hasil ini. Tapi, yang lebih mengecewakan adalah kepemimpinan wasit yang seolah-olah menjadi pembunuh bagi tim kami,” pungkasnya.

Dengan kekalahan kemarin, maka Persekabpas harus kembali mengubur impiannya untuk naik ke Liga 2. Musim depan, tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan tersebut harus berlaga lagi di Liga 3 di level amatir. Lagi-lagi, semuanya terjadi di Zona Jawa. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Keinginan Persekabpas agar bisa naik level ke Liga 2, pupus. Ini, lantaran langkah Laskar Sakera (sebutan Persekabpas) harus terhenti di Zona Jawa. Mereka gagal melaju ke babak 32 besar usai Selasa sore (3/12) hanya meraih hasil seri saat away ke kandang PSID Jombang.

Dalam laga itu, Persekabpas hanya mampu meraih hasil seri, 1-1. Hasil ini membuat Persekabpas Pasuruan kalah agregat gol. Sebab, dalam laga awal, Persekabpas ditahan imbang 2-2 di Stadion R Soedrasono Pogar. Sementara dalam laga leg kedua, Persekabpas ditahan imbang dengan skor yang lebih kecil 1-1.

Laga yang berlangsung di Jombang itu memang berlangsung keras dan panas. Bahkan, hujan kartu merah tersaji dalam laga tersebut. Satu untuk pemain PSID Jombang dan pelatih PSID Jombang. Serta, satu lagi untuk Dede, pemain Persekabpas Pasuruan.

Persekabpas memang sempat tertinggal di babak pertama. The Lassak berusaha membalas, namun tak kesampaian. Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 bertahan untuk PSID Jombang.

Di babak kedua, Persekabpas akhirnya bisa membalas. Gol sontekan Ricko membuat skor berubah 1-1. Namun, hingga babak kedua berakhir, tak ada satu pun gol tambahan tercipta.

Manajer Persekabpas Pasuruan Suryono Pane mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Kekecewaannya bertambah dengan kepemimpinan wasit. Ia memandang, wasit pertandingan tak layak memimpin jalannya laga.

“Ada banyak hal yang membuat kami menilai wasitnya tak layak memimpin jalannya laga,” kata Suryono.

Lelaki yang berprofesi sebagai lawyer ini menambahkan, jalannya laga memang berlangsung panas. Bahkan, jalannya laga sempat terhenti selama kurang lebih 10 menit. Namun sayang, waktu 10 menit itu tetap jalan tanpa ada pengganti waktu dari wasit.

Hal ini, membuat timnya kehilangan banyak waktu. “Belum lagi, banyak keputusan-keputusan yang merugikan tim kami. Kami rasa, memang tak layak wasit tersebut memimpin,” sambungnya.

Untuk itulah, pihaknya akan mengajukan protes ke PSSI seiring dengan ketidakprofesionalan wasit. Protes itu dilayangkan sebagai tanda atas keberatan pihaknya terhadap keputusan-keputusan yang diberikan wasit.

“Kami memang kecewa dengan hasil ini. Tapi, yang lebih mengecewakan adalah kepemimpinan wasit yang seolah-olah menjadi pembunuh bagi tim kami,” pungkasnya.

Dengan kekalahan kemarin, maka Persekabpas harus kembali mengubur impiannya untuk naik ke Liga 2. Musim depan, tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan tersebut harus berlaga lagi di Liga 3 di level amatir. Lagi-lagi, semuanya terjadi di Zona Jawa. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/