alexametrics
28C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Tunggakan PBB di Kab Pasuruan Capai Rp 118 M, Pemkab Bakal Hapus Denda

PASURUAN, Radar Bromo– Tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Pasuruan yang belum terbayar cukup tinggi. Mencapai Rp 118 miliar. Karenanya, Pemkab Pasuruan membuat kebijakan penghapusan denda terhadap wajib pajak.

Pemkab Pasuruan memberikan kebijakan penghapusan denda untuk tunggakan pajak daerah untuk 2018 ke bawah. Kebijakan ini bertujuan agar wajib pajak bisa segera membayar tunggakannya. Kegiatan ini hanya berlaku sampai akhir tahun ini.

Kepala Bidang Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan Mokhammad Syafi’i mengatakan, penghapusan denda pajak daerah ini merupakan kebijakan Bupati Pasuruan. Kebijakan itu dituangkan dalam Perbup 91/2019 tentang Penghapusan Denda Pajak Daerah. “Ini merupakan kebijakan Bupati agar pajak daerah yang tertunggak bisa segera terbayar,” ujarnya.

Penghapusan denda pajak daerah ini berlaku untuk pembayaran mulai 1 Juli sampai 31 Desember 2019. Di luar tanggal tersebut, denda tetap akan diberlakukan. Syafi’i mengatakan, pajak daerah yang paling banyak tertunggak berupa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sampai kemarin (2/10) mencapai Rp 118 miliar yang belum terbayar.

Menurutnya, tunggakan PBB ini sudah tinggi sejak 2002-2012. “Dari jumlah itu sudah kami coba verifikasi lagi. Akhirnya, terbayar Rp 45 miliar. Namun, setiap tahun terus ada wajib pajak yang menunggak, sehingga kembali naik hingga mencapai Rp 118 miliar,” ujarnya.

Syafi’i mengaku, pihaknya juga kembali memverifikasi data wajib pajak piutang. Baik karena wajib pajak berada di luar kota, maupun status asetnya yang sudah berpindah.

Selain PBB, pajak daerah lain yang juga ada piutang adalah Pajak Penerangan Jalan (PPJ). Mencapai Rp 589 juta. Menunurut Syafi’i, piutang PPJ ini adalah perusahaan non-PLN yang menggunakan tenaga diesel sampai batu bara. “Untuk PPJ juga akan kami tagih agar piutang pajak daerah ini bisa segera terbayar,” ujarnya. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU