alexametrics
29.3 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Gelombang Pemulangan Pengungsi dari Wamena Berlanjut, Ada Enam Warga Nguling yang Menyusul

NGULING, Radar Bromo – Gelombang pemulangan pengungsi dari Wamena terus berlangsung. Kamis (3/10), warga Kabupaten Pasuruan kembali dipulangkan dari Wamena.

Ada enam warga Nguling yang pulang, Kamis. Mereka naik pesawat Hercules dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang. Sehingga, tercatat saat ini sudah ada 25 warga Pasuruan yang dipulangkan.

Akhwan Husein, kasi perlindungan Sosial dan Korban Bencana di Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk pemulangan pengungsi ke daerah asal. “Hari ini (kemarin, Red) kembali ada warga Pasuruan yang dipulangkan. Sehingga kembali kami jemput di hari kedua pemulangan,” terangnya.

Menurutnya, pengungsi Wamena memang mayoritas warga dari Kecamatan Nguling. Dari data Kecamatan Nguling, tercatat ada 205 warga yang merantau dan bekerja di sana. Kendati belum ada kepastian, apakah seluruh warga Nguling yang bekerja di Wamena akan dipulangkan.

Karena itu, Dinsos akan terus memantau dan memfasilitasi penjemputan dari Malang. “Kami belum tahu apakah semua warga Pasuruan ini akan dipulangkan. Yang jelas, pemulangan pengungsi akan dilakukan bertahap selama suasana di sana dinilai belum kondusif,” terangnya.

Pada pemulangan pertama hari Rabu (2/10), tercatat ada 19 warga Pasuruan yang dipulangkan. Dengan rincian 15 Laki-laki, 3 perempuan, dan 1 anak. Dari jumlah tersebut, 12 warga dari Desa Kedawang, 3 dari Sumur Lion, 1 dari Wot Galih, 1 dari Wates Tani, 1 dari Kapasan, dan 1 dari Mlaten.

Pada pemulangan hari Rabu, warga Nguling dibawa sebentar ke Rumah Singgah Dinsos untuk didata. Mereka lantas diantar ke Kecamatan Nguling dan tiba pukul 23.00.

“Untuk pengungsi semuanya sehat. Sempat kami suruh istirahat dulu di Rumah Singgah. Tapi semuanya ingin segera pulang dan bertemu keluarga,” terangnya.

ASAL NGULING: Enam warga Kecamatan Nguling yang baru pulang dari Wamena saat berada di Kantor Bakorwil, Malang, Kamis (3/10) malam. (Foto: Dinsos Kabupaten Pasuruang for jawa pos Radar Bromo)

Sedangkan Kamis (3/10), dipulangkan enam warga asal Nguling. Dengan rincian, 3 laki-laki, 2 perempuan, dan 1 anak perempuan. Saat berita ini diturunkan, Dinsos Kabupaten Pasuruan sedang menjemput mereka di Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang, Jalan Simpang Ijen, Kota Malang.

“Dari Bandara mereka turun sekitar pukul 14.00. Kemudian semua pengungsi dibawa ke Kantor Bakorwil Malang untuk pendataan dan persiapan pemulangan,” terangnya.

Akhwan mengatakan, Dinsos Kabupaten Pasuruan sudah berada di Bakorwil Malang sejak pukul 14.00. Sementara, pengungsi tiba di Bakorwil sekitar pukul 15.00.

“Saat ini masih proses penjemputan dan nantinya warga dibawa dulu ke Rumah Singgah Bina Hati, Dinsos Kabupaten Pasuruan. Mereka didata dulu, baru diantar pulang ke Nguling,” terangnya.

Bunardi, camat Nguling mengatakan, warga Nguling di Wamena saat ini berada di lokasi pengungsian milik TNI/POLRI. Pihaknya, menurut Bunardi, sudah mendata warga Nguling yang merantau ke Wamena. Dan diketahui, jumlahnya ada 205 warga.

“Mereka ini sudah merantau bertahun-tahun lalu. Untuk pekerjaan kebanyakan wirausaha, seperti berdagang, ojek sampai penjual kaki lima,” terangnya.

Karena suasana di Wamena belum kondusif, warga Nguling memilih pulang ke kampung halaman mereka. “Kalau memang aman, warga bisa tetap di sana. Karena mereka bekerja di sana. Kalau pulang ke sini, juga masih bingung mau bekerja apa,” terangnya.

Sedangkan warga yang pulang di gelombang pertama, sudah dijemput keluarga masing-masing. Kondisi mereka semua sehat. (eka/fun)

 

NGULING, Radar Bromo – Gelombang pemulangan pengungsi dari Wamena terus berlangsung. Kamis (3/10), warga Kabupaten Pasuruan kembali dipulangkan dari Wamena.

Ada enam warga Nguling yang pulang, Kamis. Mereka naik pesawat Hercules dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang. Sehingga, tercatat saat ini sudah ada 25 warga Pasuruan yang dipulangkan.

Akhwan Husein, kasi perlindungan Sosial dan Korban Bencana di Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk pemulangan pengungsi ke daerah asal. “Hari ini (kemarin, Red) kembali ada warga Pasuruan yang dipulangkan. Sehingga kembali kami jemput di hari kedua pemulangan,” terangnya.

Menurutnya, pengungsi Wamena memang mayoritas warga dari Kecamatan Nguling. Dari data Kecamatan Nguling, tercatat ada 205 warga yang merantau dan bekerja di sana. Kendati belum ada kepastian, apakah seluruh warga Nguling yang bekerja di Wamena akan dipulangkan.

Karena itu, Dinsos akan terus memantau dan memfasilitasi penjemputan dari Malang. “Kami belum tahu apakah semua warga Pasuruan ini akan dipulangkan. Yang jelas, pemulangan pengungsi akan dilakukan bertahap selama suasana di sana dinilai belum kondusif,” terangnya.

Pada pemulangan pertama hari Rabu (2/10), tercatat ada 19 warga Pasuruan yang dipulangkan. Dengan rincian 15 Laki-laki, 3 perempuan, dan 1 anak. Dari jumlah tersebut, 12 warga dari Desa Kedawang, 3 dari Sumur Lion, 1 dari Wot Galih, 1 dari Wates Tani, 1 dari Kapasan, dan 1 dari Mlaten.

Pada pemulangan hari Rabu, warga Nguling dibawa sebentar ke Rumah Singgah Dinsos untuk didata. Mereka lantas diantar ke Kecamatan Nguling dan tiba pukul 23.00.

“Untuk pengungsi semuanya sehat. Sempat kami suruh istirahat dulu di Rumah Singgah. Tapi semuanya ingin segera pulang dan bertemu keluarga,” terangnya.

ASAL NGULING: Enam warga Kecamatan Nguling yang baru pulang dari Wamena saat berada di Kantor Bakorwil, Malang, Kamis (3/10) malam. (Foto: Dinsos Kabupaten Pasuruang for jawa pos Radar Bromo)

Sedangkan Kamis (3/10), dipulangkan enam warga asal Nguling. Dengan rincian, 3 laki-laki, 2 perempuan, dan 1 anak perempuan. Saat berita ini diturunkan, Dinsos Kabupaten Pasuruan sedang menjemput mereka di Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang, Jalan Simpang Ijen, Kota Malang.

“Dari Bandara mereka turun sekitar pukul 14.00. Kemudian semua pengungsi dibawa ke Kantor Bakorwil Malang untuk pendataan dan persiapan pemulangan,” terangnya.

Akhwan mengatakan, Dinsos Kabupaten Pasuruan sudah berada di Bakorwil Malang sejak pukul 14.00. Sementara, pengungsi tiba di Bakorwil sekitar pukul 15.00.

“Saat ini masih proses penjemputan dan nantinya warga dibawa dulu ke Rumah Singgah Bina Hati, Dinsos Kabupaten Pasuruan. Mereka didata dulu, baru diantar pulang ke Nguling,” terangnya.

Bunardi, camat Nguling mengatakan, warga Nguling di Wamena saat ini berada di lokasi pengungsian milik TNI/POLRI. Pihaknya, menurut Bunardi, sudah mendata warga Nguling yang merantau ke Wamena. Dan diketahui, jumlahnya ada 205 warga.

“Mereka ini sudah merantau bertahun-tahun lalu. Untuk pekerjaan kebanyakan wirausaha, seperti berdagang, ojek sampai penjual kaki lima,” terangnya.

Karena suasana di Wamena belum kondusif, warga Nguling memilih pulang ke kampung halaman mereka. “Kalau memang aman, warga bisa tetap di sana. Karena mereka bekerja di sana. Kalau pulang ke sini, juga masih bingung mau bekerja apa,” terangnya.

Sedangkan warga yang pulang di gelombang pertama, sudah dijemput keluarga masing-masing. Kondisi mereka semua sehat. (eka/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/