BPBD Tambah Kiriman Air ke 6 Desa Ini saat Kemarau

HARUS SABAR: Warga di Lumbang antre mengisi air bersih kiriman dari BPBD beberapa waktu lalu. Kini sudah ada 10 desa yang mendapat kiriman air bersih di awal kemarau. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

WINONGAN, Radar Bromo – Di awal Agustus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menyiapkan tambahan pengiriman air bersih ke 6 desa. Keenam desa ini harus dikirim air bersih, karena sumber air di desa tersebut sudah mulai berkurang. Alhasil, kini total pengiriman air bersih ke daerah terdampak kekeringan sudah mencapai 10 desa di 4 kecamatan.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati mengatakan, sebelumnya sudah ada 4 desa yang sudah rutin dikirimkan air bersih sejak awal Juli lalu. Saat ini BPBD Kabupaten Pasuruan sudah menyiapkan pengiriman tambahan 6 Desa lagi. Enam desa tambahan ini sudah diasesmen dan segera akan dilakukan pengiriman air bersih dalam waktu dekat.

“Saat ini sudah dalam tahap pengaturan armada dan jadwal untuk mulai pendistribusiannya,” terangnya.

Sebelumnya tercatat sudah 4 desa yang terdampak kekeringan yaitu di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol dan 3 Desa di Kecamatan Winongan yaitu di Jeladri, Kedungrejo dan Sumberrejo. Sedangkan rencana tambahan 6 desa lainnya itu daerah terdampak di Kecamatan Pasrepan antara lain Desa Mangguan, Ngantungan, Sibon dan Klakah. Selain itu di Kecamatan Lumbang yaitu di Desa Lumbang dan Desa Watulumbang.

Tectona menambahkan, keenam desa tersebut diasesmen dan saat ini memang sudah kering sumber airnya. Sehingga dalam waktu dekat dipastikan sudah mendapatkan distribusi air bersih.

BPBD juga akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Pemukiman Dinas Sosial, maupun PDAM dan lainnya untuk membantu dalam pengiriman air bersih ke daerah terdampak kekeringan.

Di sisi lain, BMKG memprediksi, puncak kemarau diperkirakan akan terjadi di Agustus hingga September mendatang. Adapun jumlah potensi desa yang kekeringan bisa terus bertambah dan diprediksi total bisa mencapai 21 desa seperti tahun 2019 lalu.

Saat ini untuk pengirman air bersih di 4 desa, lanjut Tectona, masih 1 tangki perharinya dengan total 5 ribu liter air. “Rutin masih 1 tangki perhari di tiap desa, namun tetap sifatnya kondisional. Jika masih belum mencukupi untuk kebutuhan warga, sore hari bisa balik lagi untuk pengiriman air kedua. Sifatnya kondisional dan melihat situasi di lapangan,” ujarnya.

Sedangkan 11 desa lainnya masih terus dilakukan asesmen. Jika sumber air sudah kering, maka BPBD Kabupaten Pasuruan memastikan juga segera melakukan pengiriman air bersih selama musim kemarau ini. (eka/fun)