Ada 10 Pasien Sembuh di Kab Probolinggo, Tapi Positif Juga 10

KRAKSAAN, Radar Bromo – Angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo terus meningkat. Senin (3/8), jumlah pasien positif yang sembuh bertambah sepuluh orang. Dengan demikian jumlahnya menjadi 204 orang dari jumlah pasien positif yang mencapai 242 orang.

Mereka yang sembuh tersebut yaitu laki-laki berusia 46 tahun dari Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron; perempuan berusia 47 tahun dan perempuan berusia 39 tahun dari Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih; laki-laki berusia 29 tahun dari Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih; dan laki-laki berusia 60 tahun dari Desa Ganting Wetan, Kecamatan Maron.

Selanjutnya, perempuan berusia 21 tahun dan laki-laki berusia 54 tahun dari Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto; perempuan berusia 51 tahun dari Desa Mranggon Lawang, Kecamatan Dringu; perempuan berusia 55 tahun dari Desa Bulang, Kecamatan Gending dan perempuan berusia 55 tahun dari Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat Anang Budi Yoelijanto mengatakan, ke-10 orang ini masuk ke dalam klaster Pelangi karena penularannya terjadi secara horizontal dan tidak jelas sumbernya dari mana. Juga ada dari klaster KTI karena merupakan kontak erat dari kasus terkonfirmasi positif sebelumnya dari karyawan KTI Kota Probolinggo.

“Alhamdulillah, saat ini kondisinya bagus dan sehat. Setelah pulang ke rumahnya, mereka tetap harus melakukan isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari dengan terus menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Selain jumlah sembuh, juga ada penambahan positif baru. Jumlahnya sama sebanyak 10 orang. Mereka itu masuk ke dalam klaster Pelangi. “Ke-10 orang ini dinyatakan positif terkonfirmasi berdasarkan hasil pemeriksaan swab positif dari PCR (Polymerase Chain Reaction) Jember,” ungkapnya.

Rinciannya 8 orang menjalani perawatan dan isolasi di rumah sehat Kabupaten Probolinggo dan 2 orang meninggal dunia. “Delapan OTG dan 2 meninggal,” jelasnya.

Untuk yang OTG yaitu laki-laki berusia 31 tahun, perempuan berusia 2 tahun dan perempuan berusia 9 tahun dari Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas. Mereka adalah satu keluarga dan pernah kontak erat dari kasus sebelumnya.

Selanjutnya, laki-laki berusia 26 tahun, laki-laki berusia 61 tahun dan perempuan berusia 49 tahun dari Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto. “Mereka juga merupakan satu keluarga. Di mana sebelumnya anaknya yang laki-laki dirawat di RSU Dharma Husada Kota Probolinggo dengan rapid test reaktif. Kemudian disusul ayah dan ibunya di-rapid di puskesmas dan reaktif. Sehingga akhirnya sesuai dengan pemeriksaan swab dinyatakan positif,” jelas Anang.

Kemudian, laki-laki berusia 56 tahun dari Desa Sebaung, Kecamatan Gending yang sebelumnya suspect di RSU Wonolangan Dringu. Serta perempuan berusia 24 tahun dari Desa/Kecamatan Kotaanyar yang merupakan pelaku perjalanan.

“Saat ini kondisinya sehat dan sedang menjalani isolasi di rumah sehat,” ungkapnya.

Sedangkan dua orang yang terkonfirmasi positif dan meninggal yaitu laki-laki berusia 33 tahun dari Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas dan perempuan berusia 46 tahun dari Desa Pabean, Kecamatan Dringu. “Untuk satu orang yang meninggal dunia dari Desa Pabean, Kecamatan Dringu ini sebenarnya meninggalnya sudah beberapa hari yang lalu. Waktu itu posisinya dalam posisi probable kasus suspect. Tetapi karena hasil pemeriksaan swab-nya masih belum keluar, maka yang bersangkutan dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan pemakanan Covid-19. Saat ini hasil swab keluar positif,” tandasnya.

Sementara yang meninggal dunia dari Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas ini merupakan kontak erat dari kasus sebelumnya. Yang bersangkutan ini menjalani perawatan di RSUD Tongas dengan komorbid kelebihan berat badan atau gemuk. Faktor kegemukan memang juga memiliki risiko yang besar dan saat dilakukan pemeriksaan rontgen ada gambaran pneumolinya. Begitu dilakukan pemeriksaan swab hasilnya positif.

“Untuk proses pemakamannya dari yang bersangkutan dilakukan sesuai dengan standar prosedur protokol kesehatan pemakaman Covid,” kata Anang. (sid/fun)