alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Pembacokan di Mranggon Lawang, Polisi Periksakan Pelaku ke RSJ

DRINGU – Polisi terus menyelidiki kasus pembacokan kepada Supriyadi di Desa Mranggon Lawang, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Saat ini, Polisi berencana memeriksakan kondisi pelaku pembacokan, Salim ke dokter jiwa.

Kanit Reskrim Polsek Dringu Ipda Rahmad Wahyudi menjelaskan, pelaku pembacokan memang sudah diamankan sesaat setelah kejadian. Tepatnya, Selasa (31/7).

Namun, hingga kini pihaknya belum berani memastikan motif dari pembacokan itu. Dari penyelidikan sementara, pelaku diduga stres karena pekerjaan.

“Kami terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Tetapi, motif pembacokan belum diketahui. Meskipun kami telah menangkap pelakunya,” terangnya.

Untuk mengetehui motif pembacokan itu, menurut Rahmad, pihaknya akan memeriksakan pelaku ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang. “Sementara ini pelaku kan diduga stres. Jadi, kami masih akan memeriksakan pelaku ke RSJ Lawang,” terangnya.

Masih menurut Rahmad, pelaku sendiri sebenarnya tidak punya riwayat gangguan jiwa. Sehingga, pihak kepolisian tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Semuanya akan diputuskan pengadilan.

“Jika sebelumnya pelaku punya riwayat gangguan jiwa, maka kami bisa memutuskan sendiri. Tetapi, karena tidak ada riwayat gangguna jiwa, maka putusannya nanti di pengadilan,” tandasnya.

Di sisi lain, menurut Rahmad, telah ada empat saksi yang dimintai keterangan. Namun, hingga Jumat (1/8), pihak kepolisian belum bisa meminta keterangan dari korban. Sebab, keadaan korban belum pulih. Korban masih dirawat di RS Saiful Anwar Malang.

“Untuk korban belum kami mintai keterangan. Korban sekarang dirujuk dari RSUD dr. Moh Saleh ke RS Syaiful Anwar. Jadi kondisi korban masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan,” katanya.

Diketahui , Supriyadi, 55, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, menjadi korban pembacokan temannya. Yaitu, Salim, 47, warga Desa Jorongan, Kecamatan Leces.

Korban dibacok tepat di depan rumah kontrakan pelaku yang berada di Desa Mranggon Lawang, Kecamatan Dringu. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian tubuh sebelah kiri. Antara lain, leher, pinggang, dan paha. (sid/hn/mie)

DRINGU – Polisi terus menyelidiki kasus pembacokan kepada Supriyadi di Desa Mranggon Lawang, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Saat ini, Polisi berencana memeriksakan kondisi pelaku pembacokan, Salim ke dokter jiwa.

Kanit Reskrim Polsek Dringu Ipda Rahmad Wahyudi menjelaskan, pelaku pembacokan memang sudah diamankan sesaat setelah kejadian. Tepatnya, Selasa (31/7).

Namun, hingga kini pihaknya belum berani memastikan motif dari pembacokan itu. Dari penyelidikan sementara, pelaku diduga stres karena pekerjaan.

“Kami terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Tetapi, motif pembacokan belum diketahui. Meskipun kami telah menangkap pelakunya,” terangnya.

Untuk mengetehui motif pembacokan itu, menurut Rahmad, pihaknya akan memeriksakan pelaku ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang. “Sementara ini pelaku kan diduga stres. Jadi, kami masih akan memeriksakan pelaku ke RSJ Lawang,” terangnya.

Masih menurut Rahmad, pelaku sendiri sebenarnya tidak punya riwayat gangguan jiwa. Sehingga, pihak kepolisian tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Semuanya akan diputuskan pengadilan.

“Jika sebelumnya pelaku punya riwayat gangguan jiwa, maka kami bisa memutuskan sendiri. Tetapi, karena tidak ada riwayat gangguna jiwa, maka putusannya nanti di pengadilan,” tandasnya.

Di sisi lain, menurut Rahmad, telah ada empat saksi yang dimintai keterangan. Namun, hingga Jumat (1/8), pihak kepolisian belum bisa meminta keterangan dari korban. Sebab, keadaan korban belum pulih. Korban masih dirawat di RS Saiful Anwar Malang.

“Untuk korban belum kami mintai keterangan. Korban sekarang dirujuk dari RSUD dr. Moh Saleh ke RS Syaiful Anwar. Jadi kondisi korban masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan,” katanya.

Diketahui , Supriyadi, 55, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, menjadi korban pembacokan temannya. Yaitu, Salim, 47, warga Desa Jorongan, Kecamatan Leces.

Korban dibacok tepat di depan rumah kontrakan pelaku yang berada di Desa Mranggon Lawang, Kecamatan Dringu. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian tubuh sebelah kiri. Antara lain, leher, pinggang, dan paha. (sid/hn/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/