alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Partisipasi Pemilih Turun di Pilwali Probolinggo, Begini Analisisnya

MAYANGAN – KPU Kota Probolinggo menganalisis faktor penyebab penurunan partisipasi pemilih dalam Pilkada Kota Probolinggo 2018 dibandingkan Pilkada 2013. Dalam Pilkada 2013, angka partisipasi pemilih lebih dari 80 persen. Tepatnya, 83 persen. Sedangkan dalam Pilkada 2018, mencapai 79,9 persen.

“Jadi, ada penurunan partisipasi pemilih pada Pilkada 2018. Pada Pilkada 2013, partisipasi pemilih di kota mencapai 83 persen. Sedangkan untuk Pilkada 2018 mengalami penurunan menjadi 79,9 persen,” ujar Ahmad Hudri, ketua KPU Kota Probolinggo.

Meskipun partisipasi pemilih menurun, angka partisipasi pemilih di kota melampaui target angka partisipasi nasional sebesar 77,5 persen. “Namun, tetap saja penurunan ini perlu dicermati lebih dalam. Apa sebabnya. Dengan harapan dalam pelaksanaan Pemilu 2019, angka partisipasi bisa meningkat,” ujarnya.

Secara umum, menurutnya, memang ada penurunan partisipasi pemilih. “Tapi, di Jawa Timur cenderung ada kenaikan partisipasi pemilih antara 1-2 persen. Seperti di Kabupaten Probolinggo, memang hanya 74 persen dan tidak mencapai target nasional. Namun, angka partisipasi ini naik dibandingkan Pilkada 2012,” ujarnya.

Analisis sendiri dilakukan dalam format Forum Group Discussion (FGD) dengan melibatkan akademisi, parpol, dan penyelenggara pilkada. Salah satu narasumber adalah Wawan E. Koeswandono, dosen Universitas Brawijaya, Malang.

Menurut Wawan, ada banyak variabel yang mempengaruhi masyarakat untuk memilih. Baik variabel yang berpengaruh secara langsung, maupun tidak langsung. Mulai dari struktur politik yang mempengaruhi situasi politik dan mempengaruhi terbentuknya kelompok kecil di masyarakat.

“Kelompok-kelompok kecil ini membentuk orientasi nilai tertentu yang mengarah pada parpol maupun tim sukses. Ketika ada masyarakat yang tidak memilih, itu artinya ada di antara variabel-varibel ini yang bermasalah,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, ada banyak faktor yang memengaruhi perilaku pemilih. Sehingga, mereka tidak datang ke TPS untuk memilih.

“Seperti ikatan sosial antara masyaraakt dan parpol yang renggang. Ketika proses pemilihan, masyarakat beranggapan selama ini suaranya tidak pernah didengar,” jelas mantan ketua KPU Kota Probolinggo ini.

Namun, Wawan menyarankan agar KPU tidak fokus pada penurunan angka partisipasi pemilih saja. “Besaran penurunan angka partisipasi pemilih kota masih wajar dan dalam batas aman. Sehingga, sebenarnya KPU tidak perlu risau. Yang perlu yaitu, menyiapkan strategi untuk meningkatkan partisipasi pemilih saat pemilu,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Abdul Halim, akademisi dari Universitas Pancamarga. Menurutnya, KPU sebenarnya tidak perlu terlalu risau dengan penurunan angka partisipasi pemilih.

“Jangan terfokus pada naik-turunnya partisipasi pemilih. Tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan pilkada bukan pada angka tersebut. Yang paling penting adalah KPU bersifat independen,” ujarnya.

Pria yang juga Warek II UPM ini mengungkap, saat ini banyak kasus gubernur, wali kota/bupati maupun anggota DPRD yang ditangkap KPK.

“Bahkan, di Malang sampai rombongan yang ditangkap. Mereka ini adalah hasil produk pemilu. Yang perlu dikhawatirkan adalah kepercayaan masyarakat terhadap produk pemilu seperti ini. Penangkapan mereka ini bisa memengaruhi kepercayaan masyarakat untuk mengikuti pemilihan umum,” ujarnya. (put/hn/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Kembali Kerek PAD Wisata Kab Pasuruan Tahun Depan

Target Pemkab Pasuruan untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata tahun ini, cukup seret.

Intens Monitoring Lokasi Bencana Longsor di Akhir Tahun

Potensi bencana saat musim hujan perlu diwaspadai. Salah satunya tanah longsor.

Puskesmas Sumber Imunisasi Siswa saat Pandemi

Sejak November, Puskesmas Sumber mulai melaksanakan bulan imunisasi anak sekolah (Bias) di wilayah kerjanya.

Dua Dara Atlet Anggar Kota Probolinggo Incar Perunggu PON Pelajar

Dua atlet anggar Kota Probolinggo, sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti PON Pelajar 2021.

Stok Blangko E-KTP di Kab Pasuruan Dapat Tambahan 20 Ribu

Kabar gembira bagi warga Kabupaten Pasuruan yang hendak mengurus KTP elektronik (e-KTP).