Begini Ritual Warga Tengger Gelar Mendak Tirta saat Pandemi

LUMBANG, Radar Bromo – Prosesi awal peringatan Yadnya Kasada mulai digelar warga Tengger di Bromo. Jumat (3/7), warga menggelar ritual Mendak Tirta. Yaitu, mengambil air suci di air terjun Madakaripura di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Sejumlah masyarakat mengikuti ritual itu dengan khidmat di air terjun Madakaripura. Namun, di tengah pandemi Covid-19, prosesi ini sengaja tidak dilakukan dengan banyak orang. Selain itu, ritual ini dilakukan sesuai dengan aturan protokol kesehatan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Bambang Suprapto menjelaskan, ritual Mendak Tirta dilakukan untuk persiapan Hari Raya Yadya Kasada bagi umat Hindu di kawasan Tengger. Menurutnya, ada empat sumber mata air yang digunakan dalam penyucian.

Yaitu, sumber mata air Watuk Klosot di Senduro, Lumajang; sumber mata air Widodaren; sumber mata air di Madakaripura, Lumbang; dan terakhir di Rondo Kuning, Ranupane, Lumajang. Pengambilan sumber mata air dilakukan oleh pandita disertai dengan pembacaan mantera.

“Air terjun Madakaripura merupakan daerah keramat yang diketahui sebagai tempat pertapaan Patih Gajah Mada. Gajah Mada diakui sebagai leluhur suku Tengger dan dikenal sebagai penguasa Nusantara. Air di sana termasuk air suci,” kata Bambang.

Perayaan Yadya Kasada sendiri akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 6 Juli 2020 di Pura Luhur Poten Bromo. Dilanjutkan dengan ritual larung sesaji hasil pertanian di kawah Gunung Bromo. (mas/hn)