Menuju New Normal, Tempat Wisata di Kab Pasuruan Rencana Dibuka, Saat Ini Disiapkan Protokolnya

MASIH DITUTUP: Wisata ranu Grati di Kabupaten Pasuruan yang di depannya masih terpasang bahwa tempat ini ditutup. Pemkab Pasuruan berencana membuka tempat wisata untuk menuju new normal. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Setelah ditutup sejak Maret 2020, Pemkab Pasuruan berencana membuka objek wisata di Kabupaten Pasuruan. Tujuannya, di antaranya untuk menggerakkan sektor ekonomi masyarakat yang kian merosot di tengah pandemi korona.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menegaskan hal itu saat berkunjung ke Rembang, Rabu (3/6). Irsyad menyampaikan, sektor wisata merupakan penopang ekonomi bagi masyarakat. Banyak warga yang menggantungkan ekonomi kehidupannya dari geliat sektor wisata.

Tidak hanya sektor transportasi, seperti travel wisata. Namun, juga pelaku UMKM, seperti pedagang makanan, minuman, kerajinan, hingga sektor lainnya. Termasuk pekerja di sektor wisata.

“Karena itu, masa new normal ini kami mulai mengkaji seluruh sektor yang bisa menggerakkan ekonomi. Termasuk membuka kembali sektor wisata. Kami tengah evaluasi dan lakukan persiapannya,” sampainya.

Tentu saja, menurut Irsyad, pihaknya tidak bisa serta merta membuka tempat wisata. Pelaku wisata dan semua yang terlibat dalam kegiatan jasa wisata, harus benar-benar menyiapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tak hanya menggunakan masker di tempat-tempat wisata, tetapi juga sarana penunjang lain. Seperti penggunaan thermo gun, bilik disinfektan, dan berbagai sarana lainnya di tempat-tempat wisata.

“Memulai kenormalan baru harus benar-benar disiapkan dengan baik. Kami akan berkomunikasi dengan pelaku sektor wisata untuk kesiapannya,” ujarnya.

Plt Disparbud Kabupaten Pasuruan Soeharto menambahkan, sektor wisata memang memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah. Ditutupnya tempat wisata milik Pemkab sejak Maret, membuat pendapatan daerah dari sektor wisata anjlok.

“Sejauh ini, kami baru menghimpun Rp 260 juta dari target PAD Rp 1 miliar di sektor wisata,” tuturnya.

Nilai tersebut, menurut Soeharto, jauh dari perolehan PAD wisata pada kondisi normal. Pada pertengahan tahun seperti sekarang, biasanya PAD dari sektor wisata milik daerah sudah mencapai Rp 500 juta. Seperti Banyubiru, Ranu Grati, dan Bromo.

Soeharto menambahkan, ada setidaknya 108 tempat wisata di Kabupaten Pasuruan yang tutup imbas Covid-19. Hal tersebut berdampak besar terhadap masyarakat yang menggantungkan ekonominya pada sektor wisata.

Karena itu, pihaknya berencana membuka tempat wisata. Meski tidak langsung dibuka semua.

“Kami upayakan membuka tempat wisata secara bertahap. Paling tidak bulan ini sudah ada yang bisa buka atau operasi kembali. Tentunya, mereka harus menyiapkan protokol kesehatan yang memadai,” beber dia.

Sementara itu, Disparbud Kabupaten Pasuruan mulai menggodok persiapan new normal di lokasi wisata. Nantinya akan ada protokol untuk pembukaan hotel, restoran, termasuk lokasi wisata.

Sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, per awal Juni ini, Disparbud mulai menggodok rencana new normal untuk membuka lokasi wisata di Kabupaten Pasuruan. Kendati belum ditentukan kapan akan dibuka, namun akan disiapkan protokol yang harus dipenuhi oleh manajemen atau pengelola jasa wisata.

“Untuk persiapan new normal ini, tidak hanya protokol untuk hotel dan restoran. Termasuk tempat wisata juga ada juknis yang harus dipatuhi saat mulai membuka tempat wisata,” terangnya.

Sementara ini, menurut Gunawan, yang siap buka restoran dan hotel. Sedangkan tempat wisata masih ada dirembukkan dengan pengelola wisata.

Sebab, akan ada kriteria-kriteria yang harus dipenuhi untuk era new normal ini. Selain kewajiban menerapkan protokol kesehatan, akan ada aturan khusus untuk tata cara pembelian tiket dan kuota pengunjung.

“Akan ditetapkan kuota pengunjung per harinya agar tidak ada kerumunan. Untuk itu, kami akan rembukan dengan mengundang semua pengelola hotel, restoran, dan tempat wisata di Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.

Di sisi lain, Disparbud tengah menyiapkan lomba inovasi penerapan new normal yang digelar Kementerian Dalam Negeri. Untuk peserta lomba sekaligus pilot project penerapan new normal itu, dipilih Cimory Dairyland sebagai tempat wisata dan Depot Sri sebagai restoran.

“Jadi, dua lokasi tersebut yang akan diikutkan lomba, termasuk menjadi percontohan penerapan protokol new normal,” terangnya. (one/eka/hn/fun)