Mantan Anggota Dewan Diringkus saat Hendak Buang Sabu di Toilet, Dari Partai Apa?

DULU WAKIL RAKYAT: Makhfud Sidik yang di periode 2009-2014 pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Rabu (3/6) dini hari, dia dikabarkan dibekuk Satreskoba Polres Pasuruan karena keterlibatan kepemilikan sabu-sabu. (Foto : Istimewa)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Seorang politisi yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, dicokok polisi. Lelaki 48 tahun asal Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan itu diringkus, lantaran kedapatan memiliki narkoba jenis sabu-sabu.

Politis yang ditangkap anggota Satresnarkoba itu diketahui bernama Makhfud Sidik. Ia merupakan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Makhfud pernah menduduki kursi legislatif periode 2009 hingga 2014.

Ia kembali maju pada pileg 2019, namun akhirnya gagal. Ia juga sempat mencalonkan diri sebagai kepala desa pada 2019. Sayangnya, lagi-lagi ia harus menahan rasa kecewa, karena gagal terpilih.

Informasi yang diperoleh radarbromo.jawapos.com, Mahfud ditangkap anggota Satresnarkoba Rabu (3/6) dini hari. Penangkapan itu, bermula dari tertangkapnya pengedar SS, Zainul. Petugas berhasil menangkap Zainul di wilayah Tutur, sekitar pukul 01.00. Sebanyak 4 gram BB sabu-sabu berhasil diamankan.

Dari penangkapan Zainul, polisi berhasil mengantongi nama Makhfud Sidik yang menjadi pembeli barangnya. Petugas kemudian bergerak mendatangi rumah Mahfud Sidik untuk melakukan penggerebekan.

Upaya penangkapan terhadap pemilik lahan pertanian apel seluas kurang lebih 30 hektare itu, tidak mudah. Saat digrebek di rumahnya sekitar pukul 01.30, Makhfud berusaha untuk menghilangkan barang bukti.

Ia pergi ke kamar mandi. Selanjutnya, berusaha untuk membuang BB sabu-sabu seberat 0,2 gram yang dimilikinya. Ia juga berusaha memberikan perlawanan. Namun, upaya itu, sia-sia. Petugas berhasil menemukan BB sabu-sabu, sebelum sempat terbawa air di toilet.

Atas temuan itu pula, Makhfud Sidik kemudian digiring ke Mapolres Pasuruan untuk menjalani pemeriksaan. Kasubbag Humas Polres Pasuruan, AKP Hardi membenarkan adanya penangkapan mantan anggota dewan tersebut. Hanya saja, ia memilih irit bicara terkait kasus penangkapan tersebut. “Masih dalam penyidikan mas. Nantinya, tentu akan disampaikan ke media,” bebernya. (one/fun)