alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Lima Bulan, Rumah Singgah sudah Tangani 48 PSK, Mayoritas dari Luar Pasuruan

PASURUAN – Sampai akhir Mei tahun ini, jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ditangani di Dinas Sosial mencapai 48 orang. Dari jumlah tersebut, 80 persennya berasal dari luar daerah mulai dari Jawa Tengah sampai Jawa Barat.

Gunawan Wicaksono, PLT Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa penindakan PSK adalah hasil operasi dari Satpol PP yang diciduk di Kabupaten Pasuruan. “Sebagian dari razia Satpol PP. Setelah didata dan di tes kehatan, baru dikirim ke Dinas Sosial. Fungsinya adalah untuk rehabilitasi dan memulangkan ke keluarga atau daerah asalnya,” jelasnya.

Fungsi rehabilitasi ini, kata Gunawan, begitu penting. Ini agar PSK yang terciduk, tak lagi menggeluti ke pekerjaan haramnya. Harapannya, mereka bisa kembali ke keluarganya.

Biasanya PSK ini dibawa ke Rumah Singgah selama 1-2 hari. Dalam rehabilitasi ini diberikan siraman rohani sampai bimbingan spiritual dari tokoh keagamaan. Termasuk memberikan konseling. Saat itulah mereka akan ditanya, kenapa terjun ke dunia hitam. Lalu dicarikan solusinya agar tidak kembali bekerja menjadi PSK.

Dari segi jumlah PSK yang ditindak sampai Mei kemarin, jumlah ini sejatinya lebih banyak jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saat itu PSK yang ditangani tercatat mencapai 40.

Wahyu Widodo, Kasi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinsos mengatakan, dari 48 PSK yang dibawa ke Rumah Singgah, memang sebanyak 80 persen adalah dari luar daerah. Dominasinya adalah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Untuk asal Kabupaten Pasuruan berasal dari Pasrepan, Gempol, Prigen, Bangil, Pandaan dan Tosari.

Untuk PSK yang asal Kabupaten Pasuruan, Dinsos Kabupaten Pasuruan harus datang ke rumah PSK tersebut. Tujuannya, untuk memastikan mereka kembali ke keluarganya.

“Itupun kalau sudah di rumah, kami tidak langsung bilang bahwa mereka bekerja sebagai PSK. Nanti bisa ribut, apalagi dia dibawa oleh petugas. Jadi kami cari alasan lain, baru ke keluarga tertentu dan private kami sampaian sejujurnya. Dan semoga nanti bisa benar-benar dipantau dan lebih diperhatikan,” jelasnya.

Sedangkan dari luar daerah, Dinsos juga bekerja sama dengan Dinsos setempat dan dipulangkan ke keluarga dengan cara yang sama. Tujuannya agar PSK ini bisa lebih diperhatikan keluarga dan tidak kembali lagi kembali ke pekerjaan lamanya. (eka/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pura-pura Bertamu Lalu Curi Uang, Pelakunya Wanita Berpakaian Muslimah

Usia pelakudiperkirakan 30 sampai 40 tahun, fisiknya gemuk dengan make up wajah tebal dan berpakaian muslimah warna merah

Rencana Normalisasi Kalimati; Sosialisasikan Uang Pengganti Rumah

Penggusuran memang menjadi pilihan saat program normalisasi Kalimati atau Bangiltak direalisasikan. Tapi, hal itu tidak akan dilakukan serta merta tanpa solusi bagi warga.

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.

BSU Pekerja Gelombang 2 Pasuruan-Probolinggo Cair Mulai November

Pencairan gelombang pertama sudah dicairkan sebesar Rp 1,2 juta sejak pertengahan Agustus sampai Oktober ini.