alexametrics
24 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Tak Lunasi BPIH, 23 CJH di Kota Probolinggo Batal Berangkat

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo memastikan sebanyak 23 calon jamaah haji (CJH) batal berangkat di musim haji tahun ini. Pasalnya, mereka tidak melunasi Biaya Penyelanggara Ibadah Haji (BPIH) hingga batas terakhir pelunasan yakni pada 30 April 2020.

Kasie Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kemenag Kota Probolinggo Haris Hikmawan menyampaikan, dari total 185 CJH Kota Probolinggo, hanya 162 CJH BPIH. Sementara 23 CJH tidak melunasi. Alhasil, kata Haris Hikmawan, ke-23 CJH yang tidak melunasi BPIH dipastikan gagal mengikuti ibadah haji tahun ini.

Haris menjelaskan, pelunasan BPIH tahap pertama sudah diinformasikan kepada para CJH Kota Probolinggo. “CJH tidak melakukan pelunasan dikarenakan beberapa alasan. Di antaranya kondisi fisik, meninggal dunia, atau masalah finansial lainnya,” katanya.

Adapun pelunasan BPIH tahap kedua akan dimulai pada 12 Mei – 20 Mei 2020 Tahap kedua ini, pelunasan diperuntukkan untuk jamaah haji dari penggabungan atau bagian dari keluarga yang pemberangkatannya dimajukan untuk menemani keluarga lain, usulan lansia, serta cadangan.

Pihak Kemenag sendiri tak hentinya mengingatkan para jamaah untuk segera melakukan pembayaran, baik melalui komunikasi personal untuk memudahkan komunikasi antara jamaah dan petugas haji. Untuk pembayaran sendiri, pemerintah telah menetapkan BPIH tahun 2020 untuk Kota Probolinggo di bawah embarkasi Surabaya sebesar Rp. 37.577.602.

Disinggung mengenai hasil putusan apakah nantinya Arab Saudi tetap membuka untuk ibadah haji dan umrah tahun ini, Haris -sapaannya- masih menunggu Kemenag pusat. Yang jelas sesuai dengan tahapannya, untuk pelunasan BPIH pada tanggal 30 April kemarin.

“Untuk haji dan umrah tahun ini kita masih menunggu hasil putusan dari Kementerian Agama. Jika tahun ini tetap dibuka, maka 185 CJH yang sudah lunas BPIH yang bisa mengikutinya. Jika masih ditutup, maka selain akan dikonfirmasi lagi, yang lunas tersebut akan diberangkatkan pada saat dibuka kembali, tahun depan misalnya,” beber Haris. (rpd/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo memastikan sebanyak 23 calon jamaah haji (CJH) batal berangkat di musim haji tahun ini. Pasalnya, mereka tidak melunasi Biaya Penyelanggara Ibadah Haji (BPIH) hingga batas terakhir pelunasan yakni pada 30 April 2020.

Kasie Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kemenag Kota Probolinggo Haris Hikmawan menyampaikan, dari total 185 CJH Kota Probolinggo, hanya 162 CJH BPIH. Sementara 23 CJH tidak melunasi. Alhasil, kata Haris Hikmawan, ke-23 CJH yang tidak melunasi BPIH dipastikan gagal mengikuti ibadah haji tahun ini.

Haris menjelaskan, pelunasan BPIH tahap pertama sudah diinformasikan kepada para CJH Kota Probolinggo. “CJH tidak melakukan pelunasan dikarenakan beberapa alasan. Di antaranya kondisi fisik, meninggal dunia, atau masalah finansial lainnya,” katanya.

Adapun pelunasan BPIH tahap kedua akan dimulai pada 12 Mei – 20 Mei 2020 Tahap kedua ini, pelunasan diperuntukkan untuk jamaah haji dari penggabungan atau bagian dari keluarga yang pemberangkatannya dimajukan untuk menemani keluarga lain, usulan lansia, serta cadangan.

Pihak Kemenag sendiri tak hentinya mengingatkan para jamaah untuk segera melakukan pembayaran, baik melalui komunikasi personal untuk memudahkan komunikasi antara jamaah dan petugas haji. Untuk pembayaran sendiri, pemerintah telah menetapkan BPIH tahun 2020 untuk Kota Probolinggo di bawah embarkasi Surabaya sebesar Rp. 37.577.602.

Disinggung mengenai hasil putusan apakah nantinya Arab Saudi tetap membuka untuk ibadah haji dan umrah tahun ini, Haris -sapaannya- masih menunggu Kemenag pusat. Yang jelas sesuai dengan tahapannya, untuk pelunasan BPIH pada tanggal 30 April kemarin.

“Untuk haji dan umrah tahun ini kita masih menunggu hasil putusan dari Kementerian Agama. Jika tahun ini tetap dibuka, maka 185 CJH yang sudah lunas BPIH yang bisa mengikutinya. Jika masih ditutup, maka selain akan dikonfirmasi lagi, yang lunas tersebut akan diberangkatkan pada saat dibuka kembali, tahun depan misalnya,” beber Haris. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/