alexametrics
24 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Dinas Pendidikan Kab Probolinggo Imbau Studi Wisata Sekolah Harus di Dalam Daerah

KRAKSAAN, Radar Bromo – Studi wisata yang kerap dilakukan sekolah rupanya mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Dispendik mengimbau siswa TK hingga SMP, menggelar studi wisata di dalam daerah.

Imbauan itu disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 420/32/426.101/2020 tentang Studi Wisata Satuan Pendidikan. Surat ditujukan pada segenap kepala sekolah jenjang TK hingga SMP.

Isinya, mengimbau kegiatan studi wisata dilakukan di dalam daerah. Tujuannya, menambah pengetahuan, wawasan, dan kecintaan peserta didik terhadap destinasi wisata alam di Kabupaten Probolinggo.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rosi membenarkan surat edaran itu. Menurutnya, kegiatan studi wisata yang sering dilakukan lembaga sekolah diharapkan dilakukan di daerah sendiri. Selain menumbuhkan kecintaan pada daerah, juga ikut berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perputaran ekonomi dalam daerah.

“Iya benar surat edaran itu. Kegiatan itu harus sepengetahuan dari wali murid. Tanpa sepengetahuan atau izin dari wali murid, maka itu tidak boleh dilakukan,” katanya.

Rosi –panggilannya- menjelaskan, kegiatan studi wisata di dalam daerah lebih efesien. Sebab, studi wisata keluar kota menghabiskan biaya banyak. Sementara di dalam daerah tidak.

Studi wisata di dalam daerah, efeknya juga bisa memberikan pengetahuan dan kecintaan peserta didik kepada destinasi wisata di daerah. “Jangan sampai peserta didik lebih mengetahui wisata di luar. Yang di dalam mereka tidak tahu sama sekali,” terangnya.

Karena itu, menurutnya, studi wisata di dalam daerah akan lebih mendidik. Daripada, siswa diajak keluar daerah dan menghabiskan uang untuk berbelanja di mal. Itu, merupakan sesuatu yang tidak baik menurutnya.

“Nantinya, studi wisata dikemas dalam konsep edutainment, yakni pendidikan wisata atau hiburan yang menyenangkan. Namun, tetap mengedepankan nilai-nilai edukatif bagi peserta didik. Seperti pendidikan berwawasan kebangsaan dan lingkungan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Sugeng Wiyanto. Menurutnya, surat edaran itu sudah dibahas bersama. Selain menimbulkan kecintaan terhadap daerah juga menghidupkan perekonomian rakyat.

“Ya, itu memang sudah dibahas. Dan itu, akan sangat membantu perputaran perekonomian di sekitar wisata,” jelasnya. (sid/hn/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Studi wisata yang kerap dilakukan sekolah rupanya mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Dispendik mengimbau siswa TK hingga SMP, menggelar studi wisata di dalam daerah.

Imbauan itu disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 420/32/426.101/2020 tentang Studi Wisata Satuan Pendidikan. Surat ditujukan pada segenap kepala sekolah jenjang TK hingga SMP.

Isinya, mengimbau kegiatan studi wisata dilakukan di dalam daerah. Tujuannya, menambah pengetahuan, wawasan, dan kecintaan peserta didik terhadap destinasi wisata alam di Kabupaten Probolinggo.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rosi membenarkan surat edaran itu. Menurutnya, kegiatan studi wisata yang sering dilakukan lembaga sekolah diharapkan dilakukan di daerah sendiri. Selain menumbuhkan kecintaan pada daerah, juga ikut berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perputaran ekonomi dalam daerah.

“Iya benar surat edaran itu. Kegiatan itu harus sepengetahuan dari wali murid. Tanpa sepengetahuan atau izin dari wali murid, maka itu tidak boleh dilakukan,” katanya.

Rosi –panggilannya- menjelaskan, kegiatan studi wisata di dalam daerah lebih efesien. Sebab, studi wisata keluar kota menghabiskan biaya banyak. Sementara di dalam daerah tidak.

Studi wisata di dalam daerah, efeknya juga bisa memberikan pengetahuan dan kecintaan peserta didik kepada destinasi wisata di daerah. “Jangan sampai peserta didik lebih mengetahui wisata di luar. Yang di dalam mereka tidak tahu sama sekali,” terangnya.

Karena itu, menurutnya, studi wisata di dalam daerah akan lebih mendidik. Daripada, siswa diajak keluar daerah dan menghabiskan uang untuk berbelanja di mal. Itu, merupakan sesuatu yang tidak baik menurutnya.

“Nantinya, studi wisata dikemas dalam konsep edutainment, yakni pendidikan wisata atau hiburan yang menyenangkan. Namun, tetap mengedepankan nilai-nilai edukatif bagi peserta didik. Seperti pendidikan berwawasan kebangsaan dan lingkungan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Sugeng Wiyanto. Menurutnya, surat edaran itu sudah dibahas bersama. Selain menimbulkan kecintaan terhadap daerah juga menghidupkan perekonomian rakyat.

“Ya, itu memang sudah dibahas. Dan itu, akan sangat membantu perputaran perekonomian di sekitar wisata,” jelasnya. (sid/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/