PDAM Bakal Lakukan Pencabutan Bila Temukan Ada Saluran Ilegal

DRINGU, Radar Bromo – Ditemukannya dua sambungan saluran air tak melalui Water Meter (WM) membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo mengambil tindakan tegas. PDAM akan melakukan pencabutan Saluran Rumah (SR) bila ditemukan saluran air ilegal.

Kabag Hubungan Langganan PDAM Hari Supriyanto menuturkan bahwa ada beberapa tahapan yang akan dilakukan oleh pihaknya saat saluran air tak melalui Water Meter (WM) ditemukan. Sesuai dengan tahapan pemberian sanksi yang telah diatur oleh perusahaan.

“SR ilegal yang menyebabkan kerugian ini tentunya akan kami tindak tegas. Namun, kami memiliki mekanisme,” ujarnya.

Menurutnya, mekanisme pertama yang akan diberikan adalah dengan peringatan baik lisan maupun tertulis. Sembari melakukan evaluasi dan monitoring kondisi di lapangan. Kemudian apabila kejadian penyambungan ilegal terulang lagi dan peringatan tidak diindahkan, maka akan dilakukan pencabutan SR.

“Jika tahapan yang dilakukan sudah tidak diindahkan, tentunya akan kami lakukan tindakan tegas dengan pencabutan SR. Karena pengguna SR yang sudah terdaftar tidak memiliki iktikad baik sehingga menimbulkan kerugian pada perusahaan,” tuturnya.

Menurutnya, di setiap unit PDAM memiliki potensi sambungan saluran air tak melalui Water Meter (WM). Namun, saat ini hanya dua unit yang berhasil menemukan saluran ilegal ini yakni unit Condong dan unit Patalan.

“Semua unit berpotensi ada saluran ilegal, oleh karena itu kami gencar melakukan monitoring. Hal ini juga sangat berpengaruh pada tingkat layanan air yang sampai di rumah. Ada kendala teknis dan nonteknis. Kami terus berupaya meningkatkan layanan, namun juga perlu kerja sama dari pengguna,” paparnya. (ar/fun)