Jaksa Sebut Kasus Ijazah Palsu Abdul Kadir Rugikan Banyak Pihak

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sidang lanjutan kasus ijazah palsu yang menjerat anggota dewan Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir, kembali digelar Senin (3/2) siang. Sidang digelar sekitar pukul 12.30 dan dipimpin Ketua Majelis Hakim Gatot Ardian. Dia didampingi hakim anggota, Yudistira dan M Syafruddin Prawira Nagara. Sementara Abdul Kadir, hadir dengan didampingi penasihat hukumnya, Hosnan Taufiq.

Setelah dibuka, hakim mempersilakan JPU untuk membacakan jawaban atas pleidoi dari terdakwa yang dibacakan oleh jaksa Fadhil. Ia membacakan jawaban yang ditulis dalam lima lebar kertas.

Dalam pembelaan penasihat hukum terdakwa, JPU memaklumi jika terdakwa berupaya sekuat tenaga agar bisa bebas atau lepas dari hukuman. “Perlu diingat lagi bahwa kejahatan pemalsuan terhadap ijazah sangat merugikan banyak pihak. Diperlukan efek jera agar kejahatan serupa tidak terjadi lagi atau paling tidak meminimalisasi kejahatan terhadap pemalsuan ijazah,” katanya.

Berdasarkan uraian, JPU memohon kepada majelis hakim untuk menolak dan mengesampingkan secara keseluruhan nota pembelaan (pleidoi) yang diajukan kubu terdakwa. Menurutnya, JPU tetap pada tuntutannya yaitu menyatakan terdakwa telah bersalah melakukan tindak pidana menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi dan/atau vokasi yang terbukti palsu.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa mengatakan, tetap dalam pembelaan terhadap terdakwa. Menurutnya, terdakwa dalam kasus ini tidak bersalah dan hanyalah sebagai korban. “Kami tetap sesuai dengan pembelaan yang telah kami bacakan. Karena itu kami tidak mengambil duplik. Sidang ini dilanjut dengan agenda putusan nantinya,” tutur Hosnan Taufiq.

Menurutnya, dalam kasus ini seharusnya bukan hanya Abdul Kadir yang dijadikan tersangka. Tetapi, pembuat dan perantaranya harus diadili juga. Apalagi, sesuai dengan dakwaan, Kadir adalah pengguna. “Itulah kenapa harus ditegakkan hukum ini. Jika Kadir dituntut sebagai pengguna, maka ada pembuat. Karena itu, pihak kepolisian harus segera menetapkan tersangka lainnya,” tegasnya. (sid/fun)