Persekap Gagal Melangkah ke 32 Besar usai Dikalahkan Sleman United

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Satu tim dari Pasuruan dipastikan gagal melangkah ke babak 32 besar Liga 3. Itu setelah Persekap gagal meraih kemenangan di pertandingan second leg. Menghadapi Sleman United Senin sore (2/12) di kandang sendiri, Laskar Suropati justru kalah.

Kekalahan Persekap membuat kecewa Lassermania. Mereka harus keluar meninggalkan tribun sebelum babak pertama berakhir. Betapa tidak, arek-arek Persekap harus kebobolan dua gol sebelum 40 menit pertama.

Sejak kick off, tim tamu memang tampil lebih menekan. Mereka mendominasi pertandingan yang digelar di Stadion Untung Suropati.

SUDAH BERAKHIR: Pemain Sleman United (kstum putih) terlihat girang saat peluit babak kedua berbunyi. Nampak gelandang serang Persekap Khoirul Anwar, yang tertunduk lesu. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Beberapa kali tekanan lemah masih bisa diselamatkan oleh Awan Mahendra. Striker Sleman United, Edesius Rolan menjajal tendangannya ke arah gawang. Tak lama kemudian giliran Rahmad Sofhyan yang berusaha menyambar bola saat berada tepat di depan kiper Persekap, Achmad Humaidi. Lagi-lagi bola dibuang Awan Mahendra.

Di menit ke 20, Martua Sandeni menggetarkan gawang Humaidi melalui tendangan dari jarak dekat. Persekap harus tertinggal satu gol. Meski begitu, Persekap juga punya peluang menyamakan kedudukan.

Wasit asal Lombok Utara Ruslan Abd Gani menghadiahi penalti, akibat handsball yang dilakukan pemain Sleman United, Odsantino Berti saat hendak membendung bola. Gelandang serang Persekap, Khoirul Anwar menjadi eksekutor penalti.

Sayang, peluang yang sudah terbuka lebar itupun harus kandas begitu saja. Naluri kiper Sleman United, Anjas Krismantoro mampu membaca arah bola dan menangkisnya. Sementara Togog mencoba menyambar bola, lagi-lagi gagal. Pemain lainnya berusaha mencetak gol, bola justru melambung ke atas mistar gawang.

Tim tamu memanfaatkan kelengahan Persekap. Rahmad Sofhyan kembali mencoba peruntungan. Pemain nomor punggung 11 itu berhasil lepas dari kawalan ketat Saifullah. Bola melesat ke gawang Humaidi di menit ke 30.

Selisih dua gol itu memantik kekecewaan Soeropati Mania. Puluhan suporter Persekap akhirnya bergegas meninggalkan tribun selatan. Mereka tak puas dengan permainan tim kesayangannya.

Usai turun minum, Persekap kian berambisi mengejar ketertinggalan. Ritme permainan berubah menjadi cepat. Diikuti dengan tensi pertandingan yang memanas. Selama paruh kedua itu, wasit mengeluarkan empat kartu kuning untuk pemain Persekap dan dua untuk Sleman United.

Sejumlah peluang yang didapat Arie Handika, Khoirul Anwar dan Diki Kurniawan masih belum berbuah gol. Pertandingan berakhir dengan skor 0-2.

Pelatih Sleman United Bena Seto Windhyarto bersyukur anak asuhnya tetap bisa menerjemahkan instruksi pelatih dengan baik. Meski sebenarnya stamina mereka juga banyak terkuras selama perjalanan darat yang cukup melelahkan.

“Di awal mungkin sama-sama punya peluang, hanya saja kita lebih jeli memanfaatkannya menjadi gol. Nah di babak kedua, kita konsentrasi di pertahanan saja karena dua gol sudah kami amankan,” ungkapnya.

Sementara itu, asisten pelatih Persekap, Dwi Permana mengaku cukup kecewa dengan hasil tersebut. Namun ia meminta semua pihak berbesar hati. “Inilah sepak bola, ada kalah ada menang. Kami semua harus besar hati menerimanya,” terang Dwi.

Ia juga menyinggung adanya pemain yang terpaksa tak bisa diturunkan. Yakni M Faisal. Padahal sebelumnya ia sudah digadang-gadang untuk bisa kembali ke lapangan usai terkena kartu merah. Namun, manajemen belum membayarkan denda.

“Tim pelatih sudah setting dan pemain juga sudah siap. Tapi di hari H, manajemen belum membayarkan. Akhirnya dengan komposisi yang ada, tidak maksimal,” beber Dwi. (tom/fun)