Salip Kiri, Truk Tabrak Motor-Pikap di Tongas, 2 Anggota CB Tewas

DRAMATIS: Kernet pikap Moch. Faisol Anis, 27, berhasil dikeluarkan dari ruang kemudi setelah terjebak selama satu jam. Evakuasi dilakukan dengan crane dan dibantu warga sekitar. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TONGAS, Radar Bromo – Kecelakaan tragis yang dipicu aksi ugal-ugalan sopir truk, terjadi di Jalan Raya Tongas, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Truk menabrak motor dan pikap, sehingga menyebabkan dua orang tewas. Bahkan, sopir truk dan pikap terjepit di ruang kemudi.

Korban tewas adalah Mohamat Apdolla, 23, warga Dusun Krajan, RT 01/RW 03, Desa Tamansari, Kecamatan, Dringu, Kabupaten Probolinggo. Rekannya yang dibonceng juga tewas. Yaitu, Fathulloh, 18, tetangganya. Keduanya berboncengan naik motor CB nopol N 5124 RR.

Sementara itu, tiga orang terjepit di ruang kemudi masing-masing. Yaitu, sopir truk, lalu sopir dan kernet pikap juga terjepit.

NAHAS: Kondisi korban tewas saat dibawa ke kamar jenazah RSUD Tongas. (Rizky Putra Dinasti/ Radar Bromo)

Sopir truk yang terjepit adalah Deni Supriyanto, 36, warga Krembung Dumpul, RT 24/RW 10, Desa Randubango, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Dia hanya mengalami luka ringan.

Sedangkan sopir pikap yang terjepit, mengalami luka berat. Korban adalah Mahyudi, 27, warga Dusun/Desa Gayam, RT 03/RW 11, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso. Kernet pikap, Moch. Faisol Anis, 27, yang juga terjepit di ruang kemudi, hanya luka ringan.

Kecelakaan itu sendiri terjadi Sabtu (2/11) pukul 21.45. Agung Wibowo, 39, saksi mata yang juga warga sekitar menjelaskan, malam itu truk nopol S 8958 NE yang dikemudikan Deni Supriyanto melaju dengan kencang.

Truk melaju dari barat ke timur. Truk lantas menyalip kendaraan di depannya dari sebelah kiri. “Bahkan, roda truk yang sebelah kiri sampai ke tanah (ke bahu jalan, Red),” terangnya.

Berhasil menyalip, sopir truk langsung banting setir ke kanan. Namun, karena melaju sangat kencang, truk pun oleng terlalu ke kanan. Bahkan, bodi truk sampai melebihi markah jalan.

Di saat yang sama, dari arah berlawanan melaju sepeda motor CB nopol N 5124 RR, yang dikemudikan Mohamat Apdolla, 23 dan tetangganya, Fathulloh, 18. Lalu tepat di belakang motor CB, melaju pikap Gran Max Nopol F 8907 AJ, yang dikemudikan oleh Mahyudi, 27. Mahyudi ditemani kernet yang juga tetangganya, Moch. Faisol Anis, 27.

Saat itulah, truk yang oleng langsung menghantam motor CB dengan keras di jalur berlawanan. Truk lantas menabrak pikap yang berada di belakang motor CB.

“Truknya ini kencang sekali. Jadi, setelah oleng, truk menabrak motor. Kemudian menabrak pikap, selanjutnya truk menabrak pohon yang ada di tepi selatan. Baru truk berhenti,” terang Agung.

Akibat kecelakaan itu, Mohammat Apdolla tewas seketika di lokasi kejadian. Dia tewas dengan kondisi mengenaskan. Yakni, luka di sekujur tubuhnya dan bagian kepala luka parah.

Sementara rekannya, Fathulloh, terpental dari motor. Dia juga mengalami luka parah. Fathullah sempat dilarikan ke RSUD Tongas, Kecamatan Tongas, untuk mendapat perawatan. Namun, karena luka berat yang dideritanya, Fathullah akhirnya meninggal di rumah sakit.

Sementara itu, tiga orang terjepit. Mereka yang terjepit yaitu sopir truk. Lalu, sopir dan kernet pikap. Ketiganya terjepit di ruang kemudi kendaraan masing-masing. Warga sekitar harus menolong mereka untuk keluar dari ruang kemudi.

Sopir truk Deni Supriyanto, mengalami luka ringan. Demikian juga kernet pikap, Moch. Faisol Anis, juga luka ringan. Sementara sopir pikap, Mahyudi, luka berat.

“Sopir truk terjepit karena kabin depan truk ringsek setelah menabrak pohon. Sopir truk yang terjepit langsung bisa ditolong warga. Sementara yang pikap tidak bisa. Kabin pikap harus ditarik pakai alat berat. Baru sopir dan kernet bisa dikeluarkan,” tambahnya.

PS Kanit Laka di Satlantas Polresta Probolinggo Bripka Agus Effendi membenarkan kecelakaan tragis itu. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, menurutnya, kecelakaan terjadi karena sopir truk kurang hati-hati.

Sopir truk menyalip dari kiri, lalu banting setir ke kanan. Saat banting setir itu, truk oleng terlalu ke kanan. Bahkan, sampai melebihi markah jalan. Akibatnya, truk menabrak motor dan pikap yang melaju di jalur berlawanan.

“Setelah truk oleng, tabrakan pun tidak terhindarkan. Sebab, jarak dan ruang antara truk dengan motor dan pikap terlalu dekat,” pungkasnya.

Sementara itu dua korban yang meninggal merupakan anggota salah satu klub CB Probolinggo. Rekan korban, Candra, 31, warga Merpati, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan mengatakan, korban hendak berangkat ke Pasuruan karena ada acara CB.

Namun, korban berangkat terlalu malam. Sementara acaranya sore hari. “Acara di sana (Pasuruan) sudah selesai, makanya saya pulang. Kemudian saya dengar di grup WA ada anggota CB probolinggo yang meninggal kecelakaan. Makanya teman-teman langsung ke sini,” jelasnya saat ditemui di kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh. (rpd/hn)