alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Membatik Masal di Alun-alun Kraksaan di Hari Batik Nasional

KRAKSAAN, Radar Bromo – Puluhan orang Rabu (2/10) berkumpul di depan Alun-alun Kraksaan. Mereka yang kompak menggunakan pakaian batik, sebagai peringatan hari batik nasional. Tak hanya orang tua. Anak-anak pun ikut dalam acara tersebut.

Disana mereka juga membatik massal di kain sepanjang 10 meter. Hampir semua perserta berkesempatan menggoreskan warna dari batik yang telah disiapkan.

Selain itu, mereka membagikan suvenir yang terbuat dari batik kepada beberapa warga yang ada di lokasi.

Setelah usai membatik, puluhan orang tersebut kemudian membagi suvenir kepada pengguna jalan. Langkah itu merupakan kampanye batik, agar kerajinan asli Indonesia tersebut kian populer.

RAMAI: Sejumlah bocah juga ikut mengenakan batik. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Ketua Asosiasi Batik dan Bordir Kabupaten Probolinggo, Mahrus Ali mengatakan, aksi bagi-bagi batik di Jalur Pantura, tepatnya di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kraksaan itu bertujuan agar masyarakat ikut melestarikan batik. Apalagi, saat ini batik merupakan bagian jati diri bangsa Indonesia.

Menurutnya, batik di daerahnya memiliki ragam pola dan motif yang khas. Di antaranya batik motif Bromo, irisan bawang, padi dan lainnya.“Batik Pendalungan memiliki warna-warna yang tajam. Namun kami juga bisa membuat batik dengan warna yang soft,” ujarnya.

Sementara Kadiskominfo setempat Yulius Christian mengatakan, jumlah perajin batik yang sudah memiliki pangsa pasar mencapai sekitar 18 pengusaha. Seluruhnya tersebar di 24 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Batik hasil produksinya, sudah terjual hingga luar daerah seperti Jakarta, Bandung dan lainnya.

“Bagi-bagi batik ini, merupakan langkah mengenalkan keberadaan batik khas daerah utamanya Kabupaten Probolinggo. Di samping itu, peringatan hari batik nasional ke 10,” jelas Yulius. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Puluhan orang Rabu (2/10) berkumpul di depan Alun-alun Kraksaan. Mereka yang kompak menggunakan pakaian batik, sebagai peringatan hari batik nasional. Tak hanya orang tua. Anak-anak pun ikut dalam acara tersebut.

Disana mereka juga membatik massal di kain sepanjang 10 meter. Hampir semua perserta berkesempatan menggoreskan warna dari batik yang telah disiapkan.

Selain itu, mereka membagikan suvenir yang terbuat dari batik kepada beberapa warga yang ada di lokasi.

Setelah usai membatik, puluhan orang tersebut kemudian membagi suvenir kepada pengguna jalan. Langkah itu merupakan kampanye batik, agar kerajinan asli Indonesia tersebut kian populer.

RAMAI: Sejumlah bocah juga ikut mengenakan batik. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Ketua Asosiasi Batik dan Bordir Kabupaten Probolinggo, Mahrus Ali mengatakan, aksi bagi-bagi batik di Jalur Pantura, tepatnya di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kraksaan itu bertujuan agar masyarakat ikut melestarikan batik. Apalagi, saat ini batik merupakan bagian jati diri bangsa Indonesia.

Menurutnya, batik di daerahnya memiliki ragam pola dan motif yang khas. Di antaranya batik motif Bromo, irisan bawang, padi dan lainnya.“Batik Pendalungan memiliki warna-warna yang tajam. Namun kami juga bisa membuat batik dengan warna yang soft,” ujarnya.

Sementara Kadiskominfo setempat Yulius Christian mengatakan, jumlah perajin batik yang sudah memiliki pangsa pasar mencapai sekitar 18 pengusaha. Seluruhnya tersebar di 24 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Batik hasil produksinya, sudah terjual hingga luar daerah seperti Jakarta, Bandung dan lainnya.

“Bagi-bagi batik ini, merupakan langkah mengenalkan keberadaan batik khas daerah utamanya Kabupaten Probolinggo. Di samping itu, peringatan hari batik nasional ke 10,” jelas Yulius. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/