alexametrics
24C
Probolinggo
Monday, 18 January 2021

Depresi, Warga Pajarakan Mencoba Bunuh Diri dengan Tancapkan Pisau ke Perut

KRAKSAAN,Radar Bromo – Warga Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Subhan, 28, ditemukan bersimbah darah dengan perut tertancap pisau dapur. Syukur, nyawanya masih tertolong setelah dilarikan ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan.

Rabu (2/10), sekitar pukul 12.00, Subhan ditemukan tergeletak di dapur rumah warga Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Silvia, 31. Selama ini, sehari-hari korban tinggal di rumah Silvia. Kemarin, ketika mereka asyik bercengkrama di depan rumah, Subhan pamit ke dapur. Alasannya, mengambil mangkuk untuk memakan mi ayam yang dibelinya.

“Dia memang tinggal di rumah saya. Sudah tahunan dia berada di sini. Dia juga makan ikut saya,” ujar Silvia. Karena korban lama mengambil mangkuk, Silvia meminta anaknya menengoknya. “Saat tiba di dapur, anak saya langsung berteriak dan memanggil saya,” ujarnya.

Anaknya berteriak Subhan kesurupan. Silvia langsung beranjak dan mendapati Subhan sudah tergeletak, namun masih sadar. “Pisaunya sudah menancap di perutnya. Tapi, korban masih sadar. Dia sempat mengatakan dan menunjuk ke atas ‘tusuk wes saya ato tusuk,’” ujarnya menirukan korban.

Ditanya siapa yang menusuk, Silvia mengatakan, diduga korban hendak bunuh diri. Sebab, sudah lama dia depresi dan oleh keluarganya tidak diurus. “Kayaknya mau bunuh diri. Korban itu sering bicara sendiri. Kadang menyangkut kemiskinan dan juga kehidupannya,” ujarnya.

Korban yang bersimbah darah dievakuasi ke Puskesmas Pajarakan. Namun, puskesmas merujuknya ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Di sana, dia langsung ditangani di ruang operasi.

Kapolsek Kraksaan Kompol Joko Yuwono mengatakan korban diduga melakukan percobaan bunuh diri. “Korban mengalami depresi yang sangat lama. Dia seorang gelandangan yang hidup di jalanan dan ditampung oleh Silvia dengan tujuan agar korban sembuh dari depresinya,” ujarnya. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU