alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Anggaran Pilwali Tahap Pertama untuk KPU-Bawaslu Cair

PASURUAN, Radar Bromo – Dua lembaga penyelenggara Pilwali Kota Pasuruan telah menerima anggaran hibah dari Pemkot Pasuruan. Baik KPU maupun Bawaslu menerima anggaran yang bakal digunakan untuk memenuhi kebutuhan Pilwali Kota Pasuruan 2020 mendatang.

Penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah itu digelar, Senin (30/9) lalu. Akan tetapi, besaran dana yang diterima KPU dan Bawaslu baru sebagian saja. Selanjutnya, anggaran hibah akan diberikan pada 2020.

Pada tahap pertama, KPU Kota Pasuruan menerima anggaran hibah senilai Rp 761.032.000 dari total kebutuhan sebesar Rp 18,7 miliar. Sisa anggaran akan diberikan pada tahap kedua, 2020 mendatang.

“Anggaran yang ada saat ini akan digunakan untuk keperluan sosialisasi dan kebutuhan administrasi,” ujar Ketua KPU Kota Pasuruan, Royce Diana Sari.

Di sisi lain, Bawaslu Kota Pasuruan menerima anggaran hibah senilai Rp 571.000.000. Jumlah itu, juga masih sebagian dari total anggaran yang dibutuhkan. Yakni sebesar Rp 6,7 miliar.

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, M Anas menjelaskan jika dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan dalam waktu dekat. Mengingat beberapa bulan ini sudah memasuki tahapan awal Pilwali.

“Tentunya untuk memaksimalkan sosialisasi supaya pengawasan partisipatif di Kota Pasuruan lebih tinggi. Selain itu juga akan dipakai dalam pembentukan lembaga ad hoc, Panwascam,” jelas Anas.

Baik KPU maupun Bawaslu akan kembali menerima anggaran hibah pada tahap kedua. Pemkot akan mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan penyelenggaraan dan pengawasan itu melalui APBD 2020.

Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo berharap dua instansi tersebut dapat menyiapkan pesta demokrasi dalam Pilwali 2020 nanti secara matang. “Sehingga partisipasi masyarakat meningkat. Kami juga berharap Pilkada nanti akan terlaksana dengan jujur, transparan, umum, bebas dan rahasia, serta berjalan dengan aman dan bersahabat,” tegasnya. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Dua lembaga penyelenggara Pilwali Kota Pasuruan telah menerima anggaran hibah dari Pemkot Pasuruan. Baik KPU maupun Bawaslu menerima anggaran yang bakal digunakan untuk memenuhi kebutuhan Pilwali Kota Pasuruan 2020 mendatang.

Penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah itu digelar, Senin (30/9) lalu. Akan tetapi, besaran dana yang diterima KPU dan Bawaslu baru sebagian saja. Selanjutnya, anggaran hibah akan diberikan pada 2020.

Pada tahap pertama, KPU Kota Pasuruan menerima anggaran hibah senilai Rp 761.032.000 dari total kebutuhan sebesar Rp 18,7 miliar. Sisa anggaran akan diberikan pada tahap kedua, 2020 mendatang.

“Anggaran yang ada saat ini akan digunakan untuk keperluan sosialisasi dan kebutuhan administrasi,” ujar Ketua KPU Kota Pasuruan, Royce Diana Sari.

Di sisi lain, Bawaslu Kota Pasuruan menerima anggaran hibah senilai Rp 571.000.000. Jumlah itu, juga masih sebagian dari total anggaran yang dibutuhkan. Yakni sebesar Rp 6,7 miliar.

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, M Anas menjelaskan jika dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan dalam waktu dekat. Mengingat beberapa bulan ini sudah memasuki tahapan awal Pilwali.

“Tentunya untuk memaksimalkan sosialisasi supaya pengawasan partisipatif di Kota Pasuruan lebih tinggi. Selain itu juga akan dipakai dalam pembentukan lembaga ad hoc, Panwascam,” jelas Anas.

Baik KPU maupun Bawaslu akan kembali menerima anggaran hibah pada tahap kedua. Pemkot akan mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan penyelenggaraan dan pengawasan itu melalui APBD 2020.

Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo berharap dua instansi tersebut dapat menyiapkan pesta demokrasi dalam Pilwali 2020 nanti secara matang. “Sehingga partisipasi masyarakat meningkat. Kami juga berharap Pilkada nanti akan terlaksana dengan jujur, transparan, umum, bebas dan rahasia, serta berjalan dengan aman dan bersahabat,” tegasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/