16 Lahan Harus Dibebaskan, Pengerjaan Jalan Gending Diprediksi Molor

DIGARAP: Sejumlah pekerja menggarap peningkatan dan pelebaran jalan di Jalur Pantura, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GENDING, Radar Bromo – Proyek peningkatan jalan di Jalur Pantura, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, diprediksi akan molor dari rencana awal. Sebab, sejauh ini banyak kendala yang harus dihadapi. Salah satunya terkait dengan pembebabasan lahan terdampak proyek.

Koordinator Pengawas dari Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jawa Timur Candra Erfin mengatakan, peningkatan jalan di Jalur Pantura dilakukan di tiga titik. Selain di Kecamatan Gending, juga dilakukan di Kecamatan Krasaan dan di KM 138 Kecamatan Paiton. “Dari tiga tempat, satu tempat sepetinya akan molor,” ujarnya.

Proyek yang diprediksi motor itu, pengerjaan jalan di Kecamatan Gending. Tepatnya di KM 108 hingga KM 109. Di sana, ada sekitar 16 rumah warga dan pertokoan yang terlalu dekat dengan jalan. Pihaknya sudah berkoordinasi kepada pihak terkait untuk membebaskannya.

“Kami masih mengurus pembebasan lahan. Itu yang menyebabkan pekerjaan molor. Untuk bisa melanjutkan, kami masih menunggu tim appraisal dalam penanganan pembebasan lahan itu,” ujarnya. Peningkatan dan pelebaran jalan ini ditarget rampung pada 31 Desember 2019. Namun, pengecorannya diharapkan rampung pada pertengan November 2019.

Sebelumnya, pihaknya sudah mengajukan pengukuran kembali ke Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Probolinggo. Selain itu, menurut Staf Teknik Pengawas Lapangan BBPJN VIII PPK wilayah Probolinggo, Paiton, Situbondo, Apriyanto dalam pengerjaan pembetonan di Gending, butuh lebar jalan 7 meter.

Lebar jalan yang dibutuhkan nantinya akan dibagi menjadi 3 bagian. Pertama 4 meter untuk jalan beton, 2 meter untuk bahu jalan, dan 1 meter untuk drainase. “Jalan yang masih menunggu pembebasan ini tidak bisa kami bangun bahu jalan dan aliran air atu selokannya,” ujarnya.

Apriyanto juga menyampaikan, bahu jalan dan drainase itu berpengaruh terhadap masa beton. Selain itu, kendala juga muncul pada rel lori milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Surabaya. Rel sepanjang 300 meter di sisi utara jalan itu belum dipindah. “Kami harap bisa segera menemukan keputusan dari pihak PT. Agar penyelesaiannya bisa berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Pengerjaan di wilayah lainnya, seperti di Kecamatan Krakasan, ruas bagian utara sudah selesai. Kini masih menggarap bagian selatan. Di Kecamatan Paiton, hanya tinggal menunggu keringnya beton. “Yang hampir selesai pengerjaan jalan di Paiton, karena sudah masuk pada pengeringan,” ujarnya. (mg1/rud/fun)