Tambah Pasokan Air ke 3 Kecamatan saat Puncak Kemarau

ISI AIR: Warga di Lumbang mengisi jerikennya dengan air. Beberapa desa di Lumbang sampai kini masih kerap mengalami kesulitan air bersih. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

LUMBANG, Radar Bromo – Puncak musim kemarau yang terjadi pada bulan Agustus–September membuat Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menambah jumlah pengiriman air. Tercatat saat ini 3 Kecamatan yang dilanda kekeringan dipasok air hingga lipat dua dari biasanya.

Bakti Jati Permana, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa di pertengahan puncak kemarau awal September ini, BPBD sudah menambah pasokan air di daerah yang membutuhkan. Bahkan sejak akhir Agustus lalu sudah ada tambahan pengiriman air ke 3 Kecamatan yaitu di Lumbang, Winongan dan Pasrepan.

“Sejak akhir Agustus lalu, ada desa yang kekeringan meluas termasuk tingkat kebutuhan masyarakat yang bertambah,” terangnya.

Kendati jumlah desa yang kekeringan masih sama yaitu 21 Desa di 6 Kecamatan, dulu kekeringan masih terjadi di 1-2 dusun. Dan ketika puncak musim kemarau seperti saat ini, kekeringan meluas hingga 2-3 dusun yang terimbas. Sehingga BPBD mulai menambah pasokan air di Desa-Desa tertentu.

Yang paling parah, terang Bakti, memang di 3 Kecamatan. Untuk Kecamatan Lumbang tercatat ada 5 desa yaitu Karangasem, Karangjati, Watulumbung, Cukurguling dan Desa Lumbang. Sedangkan di Winongan terdampak di 3 desa yaitu Jeladri, Sumberrejo dan Kedungrejo. Sedangkan di Pasrepan meluas di 5 Desa yaitu Desa Sibon, Klakah, Petung, Ngantungan dan Desa Mangguan.

“Di 3 Kecamatan tersebut, dari awalnya per hari kami kirim 1 rit atau 5.000 liter. Saat ini kita tambah menjadi 2 rit yaitu sampai 10 ribu liter per hari,” terangnya.

Sedangkan di 3 kecamatan lain, sementara ini pengiriman masih 1 rit perharinya. Kendati begitu BPBD tetap terus memantau. Jika membutuhkan tambahan pasokan air, maka akan ditambah juga untuk kebutuhan masyarakat.

Kecamatan lainnya yaitu di Lekok yaitu di Desa Balunganyar, Pasinan dan Wates dan Semedusari. Sedangkan Gempol di Desa Bulusari, Wonosunyo dan Jerukpurut. Dan di Grati ada di Desa Karanglo.

Kekeringan saat musim kemarau diprediksi masih berlangsung sampai bulan November–Desember mendatang. “Dari informasi BMKG, bulan November mendatang sudah ada turun hujan, namun masih tidak merata. Diprediksi kebutuhan pengiriman air diperkirakan sampai bulan tersebut atau bahkan lebih lama lagi sampai hujan turun merata,” ujarnya. (eka/fun)